Pameran Flona 2026 menjadi salah satu agenda lingkungan yang menarik perhatian masyarakat di Lapangan Banteng, Jakarta. Sejak dibuka pada 28 Agustus 2026, masyarakat dapat datang untuk mengenal beragam koleksi flora dan fauna sekaligus melihat produk yang ditawarkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada Sabtu (29/8/2026), pengunjung terlihat memadati area pameran dan menjelajahi berbagai stan yang tersedia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan kegiatan ini sebagai festival yang menggabungkan edukasi lingkungan, biodiversitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui penyelenggaraan tersebut, pengunjung tidak hanya memperoleh kesempatan melihat beragam tanaman dan fauna, tetapi juga dapat mengenal kekayaan hayati dari berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, penyelenggara menghadirkan sekitar 200 stan UMKM. Kehadiran ratusan pelaku usaha tersebut membuat suasana pameran semakin beragam sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai produk yang mereka tawarkan.
Flona 2026 Kenalkan Kekayaan Flora dan Fauna
Salah satu daya tarik utama Pameran Flona 2026 terletak pada beragam koleksi tanaman yang hadir di kawasan Lapangan Banteng. Pengunjung dapat menjumpai tanaman hias, pohon pelindung, bonsai, serta sejumlah koleksi tanaman yang berasal dari berbagai daerah.
Keberagaman tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melihat lebih dekat sebagian kekayaan biodiversitas Indonesia. Terlebih, setiap jenis tanaman memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri. Tanaman hias, misalnya, menawarkan nilai estetika yang membuatnya populer untuk mempercantik rumah maupun lingkungan.
Sementara itu, koleksi bonsai menghadirkan daya tarik berbeda karena tanaman jenis ini membutuhkan ketelitian dalam proses perawatan dan pembentukannya. Di sisi lain, pohon pelindung memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih nyaman sekaligus mendukung keberadaan ruang hijau.
Dengan demikian, pameran ini tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kunjungan mereka untuk memperluas pengetahuan mengenai tanaman dan pentingnya keberagaman hayati.

Warga mengunjungi Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Sekitar 200 Stan UMKM Ikut Meramaikan Pameran
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melibatkan sekitar 200 stan UMKM dalam rangkaian Flona tahun ini. Kehadiran pelaku usaha memberikan dimensi tambahan karena festival lingkungan tersebut turut menyediakan ruang aktivitas ekonomi.
Pengunjung pun memiliki lebih banyak pilihan kegiatan selama berada di area Lapangan Banteng. Setelah melihat berbagai koleksi flora dan fauna, mereka dapat mengunjungi stan UMKM yang tersebar di lokasi acara.
Kolaborasi antara pameran lingkungan dan keterlibatan UMKM membuat Flona 2026 memiliki cakupan kegiatan yang cukup luas. Festival ini menghubungkan edukasi mengenai alam dengan aktivitas masyarakat di ruang publik.
Di samping itu, lokasi penyelenggaraan di Lapangan Banteng membuat acara tersebut hadir di salah satu ruang publik Jakarta. Masyarakat dari berbagai kelompok usia dapat menjadikan pameran ini sebagai alternatif kegiatan untuk mengisi waktu sekaligus menambah wawasan mengenai biodiversitas.
Flona 2026 Jadi Ruang Edukasi Biodiversitas
Penyelenggaraan Flona 2026 juga membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia kepada masyarakat. Indonesia memiliki beragam jenis tumbuhan dan satwa, sehingga edukasi mengenai pelestarian lingkungan memiliki peran penting untuk meningkatkan kepedulian publik.
Melalui koleksi yang hadir dalam pameran, masyarakat dapat melihat keberagaman tersebut secara lebih dekat. Pendekatan seperti ini dapat membuat informasi mengenai lingkungan terasa lebih mudah diterima karena pengunjung berinteraksi langsung dengan berbagai objek yang menjadi bagian dari pameran.
Selain mengenalkan keanekaragaman hayati, kegiatan tersebut juga dapat mendorong perhatian masyarakat terhadap keberadaan tanaman di lingkungan perkotaan. Ruang hijau, pohon pelindung, dan tanaman lainnya memiliki peran dalam mendukung kualitas lingkungan kota.
Oleh sebab itu, Flona tidak hanya menjadi tempat untuk melihat koleksi tanaman menarik. Acara tersebut sekaligus menghadirkan ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku UMKM, serta berbagai unsur yang berkaitan dengan lingkungan.
Berlangsung Mulai Akhir Agustus hingga September 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai rangkaian Flona 2026 pada 28 Agustus. Selanjutnya, festival tersebut berlangsung hingga September 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta.
Rentang penyelenggaraan tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi pameran dan menikmati berbagai koleksi yang tersedia. Pengunjung dapat menjelajahi tanaman hias, bonsai, pohon pelindung, koleksi tanaman dari sejumlah daerah, hingga berbagai unsur fauna yang menjadi bagian dari acara.
Pada akhirnya, Pameran Flona 2026 menawarkan lebih dari sekadar tempat rekreasi. Acara ini memadukan pengenalan biodiversitas, edukasi lingkungan, keterlibatan UMKM, dan pemanfaatan ruang publik dalam satu kegiatan.
Melalui festival tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan kekayaan flora dan fauna Indonesia. Kehadiran sekitar 200 stan UMKM juga menambah variasi aktivitas sehingga pengunjung dapat memperoleh pengalaman yang lebih beragam ketika datang ke Lapangan Banteng.