Wisata Petik Melon Kebumen kini menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian masyarakat. Berlokasi di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, kawasan greenhouse milik BUMDes Gemilang Sakti menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Mereka tidak hanya membeli buah segar, tetapi juga dapat memilih, memanen, dan membawa pulang melon langsung dari pohonnya.

Saat memasuki greenhouse, pengunjung langsung di sambut aroma manis khas melon yang memenuhi ruangan. Deretan tanaman tumbuh rapi di sepanjang lorong sempit, sementara buah-buah melon berwarna kuning keemasan menggantung sempurna dan siap di panen. Suasana tersebut menghadirkan sensasi yang jarang di temukan saat membeli buah di pasar maupun supermarket.

Awalnya, greenhouse ini hanya berfungsi sebagai lokasi budidaya melon premium. Namun, BUMDes Gemilang Sakti mengembangkan konsep tersebut menjadi wisata edukasi berbasis pertanian modern. Langkah itu berhasil memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian sekaligus menarik minat masyarakat untuk mengenal proses budidaya melon secara langsung.

Program Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Melon Premium

BUMDes Gemilang Sakti mulai menjalankan program budidaya melon premium sejak awal 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa. Pengelola memanfaatkan dua unit greenhouse untuk menanam sekitar 1.000 batang melon dengan dua varietas unggulan, yakni Golden Aroma dan Lavender.

Direktur BUMDes Gemilang Sakti, Subagyo, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian desa. Program itu juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Perjalanan mengembangkan budidaya melon premium tentu tidak berlangsung tanpa hambatan. Meski demikian, hasil panen terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah memperoleh hasil memuaskan pada panen perdana dari varietas Sweet Honey dan Lavender, produktivitas pada panen berikutnya meningkat semakin baik.

Saat ini, BUMDes tengah memanen varietas Golden Aroma. Dari satu greenhouse saja, hasil panennya mencapai sekitar 1,3 ton. Angka tersebut menunjukkan peningkatan di bandingkan musim tanam sebelumnya sekaligus menjadi indikator keberhasilan sistem budidaya yang di terapkan.

Sementara itu, greenhouse lain yang di tanami melon Lavender di jadwalkan memasuki masa panen pada awal Agustus mendatang. Dengan jadwal panen yang berbeda, pengelola berharap pasokan melon premium tetap tersedia secara berkelanjutan.

Cuaca Mendukung Pertumbuhan Melon Berkualitas

Keberhasilan budidaya melon tidak lepas dari dukungan kondisi cuaca selama masa tanam. Intensitas sinar matahari yang cukup membuat tanaman tumbuh optimal sehingga menghasilkan buah dengan ukuran besar, rasa manis, dan kualitas yang lebih baik.

Menurut Subagyo, melon memerlukan paparan cahaya matahari yang memadai agar proses pembentukan buah berlangsung sempurna. Beruntung, cuaca selama musim tanam tahun ini sangat mendukung sehingga tanaman berkembang tanpa kendala berarti.

Selain mengandalkan faktor cuaca, pengelola juga menerapkan perawatan intensif di dalam greenhouse. Setiap tanaman memperoleh perhatian mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama. Langkah tersebut menjaga kualitas buah tetap seragam ketika memasuki masa panen.

Wisata Petik Melon Kebumen

Suasana petik melon di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen di Greenhouse milik BUMDes Gemilang Sakti.

Open Farm Hadirkan Sensasi Memetik Melon Langsung

Keberhasilan panen mendorong BUMDes Gemilang Sakti menghadirkan inovasi melalui konsep Open Farm. Melalui program ini, masyarakat dapat memasuki greenhouse, melihat langsung proses budidaya melon modern, lalu memilih buah yang di inginkan sebelum memetiknya sendiri.

Konsep tersebut memberikan pengalaman yang berbeda di bandingkan membeli melon di toko. Pengunjung dapat mengamati tanaman dari dekat, mengetahui teknik budidayanya, hingga merasakan sensasi memanen buah yang benar-benar matang di pohonnya.

Pengalaman sederhana itu justru menjadi daya tarik utama. Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi bagi anak-anak untuk mengenal dunia pertanian.

Sebelum membuka Open Farm, BUMDes lebih dulu melakukan promosi melalui berbagai media. Strategi tersebut terbukti efektif karena antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak hari pertama pembukaan.

Dalam waktu hanya tiga hari, seluruh stok hasil panen langsung terjual habis. Tingginya minat pengunjung menunjukkan bahwa wisata berbasis pertanian memiliki peluang besar untuk berkembang apabila dikemas secara menarik.

Harga Terjangkau dan Pemasaran Terus Dikembangkan

BUMDes Gemilang Sakti menjual melon premium dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga melon premium di pasaran sehingga masyarakat dapat menikmati buah berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Selain melayani pembelian langsung melalui Open Farm, pengelola juga mulai memperluas jaringan pemasaran bersama sejumlah mitra. Langkah ini bertujuan memperkuat distribusi hasil panen sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Bagi pengelola, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah produksi maupun keuntungan penjualan. Mereka ingin menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor pertanian.

Greenhouse Jadi Destinasi Wisata Edukasi Berkelanjutan

Setelah masa panen berakhir, aktivitas di greenhouse tetap berjalan. Pengelola membersihkan area tanam, mengganti media tanam, lalu menyiapkan bibit baru untuk memasuki siklus budidaya berikutnya. Dengan cara tersebut, produksi melon dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Walaupun permintaan pasar terus meningkat, BUMDes Gemilang Sakti belum berencana menambah jumlah greenhouse dalam waktu dekat. Pengelola memilih memaksimalkan dua greenhouse yang telah tersedia agar produktivitas terus meningkat tanpa mengurangi kualitas buah.

Transformasi greenhouse menjadi destinasi wisata edukasi menunjukkan bahwa inovasi desa mampu menciptakan nilai tambah dari sektor pertanian. Tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, program ini juga membuka ruang belajar bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan pertanian modern kepada generasi muda.

Melalui konsep wisata petik melon, Desa Gemeksekti berhasil memadukan budidaya pertanian, edukasi, dan pariwisata dalam satu kawasan. Model pengembangan seperti ini berpotensi menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang ingin mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.