Karyawan – Peristiwa perampokan menimpa sebuah gerai Alfamart yang berada di Jalan Surya Raya, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Kamis pagi, 18 Juni 2026. Aksi kriminal tersebut melibatkan seorang pelaku yang membawa senjata api dan langsung menekan dua karyawan yang sedang bertugas di dalam toko. Kejadian ini menimbulkan kepanikan serta kerugian material bagi pihak minimarket.
Dua karyawan yang bertugas pada saat kejadian, termasuk seorang perempuan bernama Tiara, menghadapi situasi berbahaya ketika pelaku masuk dan langsung mengancam mereka. Dalam kondisi tertekan, kedua karyawan mengikuti instruksi pelaku demi menjaga keselamatan diri.
Kronologi Aksi Pelaku di Dalam Minimarket
Pelaku memasuki area minimarket pada pagi hari dan langsung menunjukkan niat melakukan perampokan. Ia mengarahkan senjata api ke arah karyawan dan meminta mereka menyerahkan informasi terkait penyimpanan uang. Situasi tersebut membuat para karyawan merasa takut dan akhirnya mengikuti perintah pelaku.
Tiara menjelaskan bahwa pelaku bergerak cepat dan langsung meminta akses menuju brankas. Para karyawan kemudian menunjukkan lokasi penyimpanan uang setelah pelaku terus memberikan ancaman. Pelaku kemudian mengambil alih kendali situasi dan menguasai area kasir serta ruang penyimpanan uang.
Salah satu karyawan sempat mencoba berbicara kepada pelaku agar tidak mengambil seluruh uang kecil yang biasa di gunakan untuk transaksi harian. Namun pelaku menolak permintaan tersebut dan tetap mengambil seluruh uang yang tersimpan di dalam brankas tanpa pengecualian.
Pelaku Mengunci Karyawan di Ruang Brankas
Setelah mengumpulkan seluruh uang dari brankas, pelaku mengambil kunci ruangan dan mengunci kedua karyawan di dalam ruang penyimpanan tersebut. Tindakan ini membuat korban kehilangan akses keluar dan tidak bisa langsung meminta bantuan.
Kedua karyawan tidak membawa telepon genggam karena mereka meninggalkannya di area bawah toko sebelum kejadian berlangsung. Kondisi ini membuat mereka harus berpikir cepat untuk mencari cara keluar dari ruangan yang terkunci.
Selama beberapa waktu, kedua korban menunggu sampai mereka merasa situasi di luar ruangan mulai aman. Mereka memperhatikan kondisi sekitar dengan penuh kehati-hatian karena mereka tidak mengetahui apakah pelaku masih berada di sekitar lokasi.

Tangkapan layar CCTV memperlihatkan pelaku saat menodongkan pistol mainan kepada pegawai Alfamart dalam aksi perampokan di Jalan Surya Raya, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kamis (18/6/2026).
Upaya Karyawan untuk Keluar dari Ruangan
Setelah memastikan kondisi sekitar mulai aman, kedua karyawan segera mencari cara untuk keluar dari ruang brankas. Mereka menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR yang tersedia di dalam toko sebagai alat bantu darurat.
Dengan penuh keberanian, mereka memanfaatkan APAR untuk memecahkan kaca jendela ruangan. Tindakan tersebut mereka lakukan karena tidak ada jalur keluar lain yang bisa mereka gunakan. Setelah beberapa usaha, kaca jendela akhirnya pecah dan memberi mereka akses keluar.
Setelah berhasil keluar dari ruangan, kedua karyawan segera mencari bantuan. Mereka langsung menemui seorang pelanggan yang kebetulan datang ke minimarket pada waktu tersebut. Kepada pelanggan itu, mereka menyampaikan bahwa mereka baru saja mengalami perampokan dan meminta pertolongan segera.
Kondisi Toko dan Informasi Pelarian Pelaku
Setelah kejadian berlangsung, area kasir menunjukkan kondisi berantakan akibat aksi pelaku yang mengambil uang secara paksa. Barang-barang di sekitar area tersebut tampak tidak teratur karena pelaku bergerak cepat saat melakukan aksinya.
Seorang pelanggan yang berada di lokasi menyampaikan kepada korban bahwa ia sempat melihat pelaku meninggalkan tempat kejadian. Pelanggan tersebut menjelaskan bahwa pelaku bergerak dengan berjalan kaki ke arah Kalimalang setelah keluar dari minimarket.
Keterangan tersebut memberikan gambaran bahwa pelaku tidak menggunakan kendaraan saat melarikan diri dari lokasi. Informasi ini membantu pihak sekitar memahami arah pelarian pelaku setelah melakukan aksi perampokan.
Dampak Psikologis dan Kondisi Karyawan
Kejadian ini memberikan dampak psikologis bagi kedua karyawan yang mengalami ancaman langsung dari pelaku. Mereka menghadapi situasi menegangkan ketika pelaku mengarahkan senjata api dan menguasai seluruh aktivitas di dalam toko.
Selain kehilangan uang dari brankas, pihak minimarket juga mengalami gangguan operasional akibat kondisi toko yang tidak tertata setelah kejadian. Karyawan yang bertugas pada saat itu juga mengalami tekanan mental akibat pengalaman yang mereka alami.
Warga sekitar turut merasakan kekhawatiran setelah mendengar peristiwa tersebut. Kejadian ini menunjukkan bahwa tindak kriminal dapat terjadi kapan saja, bahkan pada jam operasional pagi hari ketika aktivitas toko baru berjalan.
Kesimpulan
Perampokan di Alfamart Bekasi Selatan ini menunjukkan bagaimana pelaku dapat menguasai situasi dengan ancaman senjata api dan memaksa karyawan mengikuti instruksinya. Pelaku berhasil mengambil seluruh isi brankas, mengunci karyawan di dalam ruangan, serta melarikan diri tanpa kendaraan.
Meski berada dalam situasi berbahaya, kedua karyawan berhasil menyelamatkan diri dengan memanfaatkan APAR untuk memecahkan kaca jendela. Mereka juga segera meminta bantuan kepada pelanggan yang datang ke lokasi.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya peningkatan sistem keamanan di lingkungan ritel, terutama pada area yang menyimpan uang tunai. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.