Samuele Ricci Ke Como 1907 semakin mendekati kenyataan setelah klub tersebut mencapai tahap akhir kesepakatan dengan AC Milan. Gelandang asal Italia itu bersiap meninggalkan San Siro untuk mencari kesempatan bermain yang lebih besar bersama tim asuhan Cesc Fabregas.
Como berencana mendatangkan Ricci melalui skema pinjaman selama satu musim. Kesepakatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada Como untuk membeli sang pemain secara permanen setelah masa peminjaman berakhir.
Kepindahan ini bisa menjadi babak baru dalam perjalanan karier Ricci. Meskipun baru bergabung dengan Milan pada musim panas 2025, pemain kelahiran Pontedera tersebut belum mampu mendapatkan tempat reguler di lini tengah Rossoneri.
Como 1907 Siapkan Skema Transfer Samuele Ricci
AC Milan dan Como telah membahas berbagai aspek dalam transfer Ricci. Como kabarnya akan mengeluarkan 1,5 juta euro atau sekitar Rp30,8 miliar sebagai biaya peminjaman selama satu musim.
Selain itu, Como memperoleh opsi untuk membeli Ricci secara permanen dengan harga 22 juta euro atau sekitar Rp454,6 miliar. Nilai tersebut masih dapat bertambah melalui sejumlah bonus sesuai ketentuan dalam kesepakatan kedua klub.
Ricci selanjutnya perlu menjalani pemeriksaan medis sebelum menyelesaikan proses kepindahannya. Setelah melewati tahapan tersebut, ia dapat menandatangani kontrak dan secara resmi memulai petualangan bersama Como.
Kehadiran Ricci akan memberikan Cesc Fabregas tambahan pilihan untuk memperkuat sektor tengah. Kemampuan sang gelandang dalam mengatur tempo permainan serta membantu pertahanan dapat menambah variasi permainan Como.
Perjalanan Ricci Bersama AC Milan Tak Berjalan Mulus
AC Milan merekrut Samuele Ricci dari Torino pada musim panas 2025. Rossoneri saat itu mengeluarkan sekitar 25 juta euro atau kurang lebih Rp442 miliar untuk mendapatkan jasanya.
Transfer tersebut sekaligus menjadikan Ricci sebagai pemain pertama yang Milan datangkan setelah Massimiliano Allegri kembali memimpin tim. Klub kemudian mengikat gelandang Italia itu dengan kontrak sampai Juni 2029 dan menyertakan opsi perpanjangan hingga 2030.
Namun, Ricci menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan tempat utama. Sepanjang musim 2025-2026, ia mencatatkan 34 penampilan di berbagai kompetisi bersama Milan.
Dari seluruh kesempatan tersebut, Ricci mengoleksi satu gol dan empat assist dalam total 1.498 menit bermain. Sementara itu, ia tampil sebanyak 31 kali di Serie A.
Allegri hanya memasukkan namanya ke susunan pemain utama dalam 11 pertandingan liga. Pada 20 laga lainnya, Ricci memulai pertandingan dari bangku cadangan sebelum mendapatkan kesempatan bermain.
Ricci mencetak satu-satunya golnya bersama Milan ketika menghadapi Atalanta pada pekan kesembilan Serie A. Gol tersebut membantu Rossoneri menyelesaikan pertandingan dengan skor imbang 1-1.
Minimnya kesempatan sebagai starter akhirnya membuat posisi Ricci dalam skuad tidak benar-benar stabil. Kondisi tersebut kemudian membuka peluang bagi sang pemain untuk mencari tantangan baru.

Samuele Ricci dari AC Milan (kiri) berebut bola dengan Manuel Akanji dari Inter Milan dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Inter Milan di Milan, Italia, 8 Maret 2026.
Como Bisa Berikan Menit Bermain Lebih Banyak
Kepindahan Samuele Ricci ke Como 1907 dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada sang gelandang untuk mendapatkan menit bermain secara reguler. Pada usia yang masih produktif, konsistensi tampil menjadi faktor penting untuk perkembangan kariernya.
Ricci memiliki kemampuan bermain di beberapa peran lini tengah. Ia dapat membantu membangun serangan dari area sendiri, mendistribusikan bola, menjaga keseimbangan permainan, hingga menghentikan pergerakan lawan.
Karakter tersebut berpotensi cocok dengan pendekatan permainan Cesc Fabregas. Pelatih asal Spanyol itu dapat memanfaatkan kualitas teknik dan kemampuan membaca permainan Ricci untuk menambah kedalaman skuad Como.
Pengalaman sang pemain di sepak bola Italia juga menjadi modal penting. Ricci memulai karier senior bersama Empoli pada September 2019 sebelum melanjutkan perjalanannya bersama Torino.
Performa bersama Torino kemudian membuka jalan menuju AC Milan. Selain membangun pengalaman di level klub, Ricci juga berhasil menembus tim nasional senior Italia.
Ia menjalani debut bersama Azzurri pada Juni 2022. Hingga perkembangan transfer ini muncul, Ricci telah mengumpulkan 11 penampilan bersama timnas senior Italia.
Samuele Ricci Berpeluang Tampil di Liga Champions
Transfer menuju Como juga dapat menghadirkan tantangan berbeda bagi Ricci. Apabila proses kepindahan selesai sesuai rencana, ia berpeluang ikut merasakan persaingan Liga Champions bersama klub barunya.
Kesempatan bermain di kompetisi Eropa tentu dapat memberikan pengalaman berharga. Ricci tidak hanya berpeluang memperoleh menit bermain lebih banyak, tetapi juga bisa menguji kemampuannya menghadapi lawan dari berbagai liga elite Eropa.
Cesc Fabregas nantinya memiliki peran penting dalam menentukan perkembangan Ricci. Pengalaman Fabregas sebagai mantan gelandang kelas dunia juga dapat membantu pemain berusia 25 tahun tersebut meningkatkan kualitas permainannya.
Di sisi lain, Como memperoleh peluang untuk mengevaluasi kontribusi Ricci selama satu musim sebelum memutuskan apakah akan mengaktifkan opsi pembelian permanen.
Transfer Ricci Berikan Keuntungan bagi Como dan AC Milan
Kesepakatan ini menawarkan fleksibilitas kepada kedua klub. Como dapat menggunakan jasa Ricci terlebih dahulu tanpa langsung mengeluarkan biaya transfer permanen yang besar.
AC Milan juga memperoleh solusi untuk pemain yang belum mendapatkan kesempatan reguler. Melalui masa peminjaman, Ricci bisa memperoleh lebih banyak waktu bermain sekaligus menjaga nilai kompetitifnya.
Situasi tersebut membuat Samuele Ricci ke Como 1907 menjadi langkah menarik bagi perjalanan karier sang gelandang. Como menawarkan lingkungan baru sekaligus peluang untuk mendapatkan peran yang lebih penting di lapangan.
Jika seluruh proses berjalan tanpa kendala, Ricci akan segera meninggalkan Milan dan memulai perjalanan baru di bawah arahan Fabregas. Kepindahan tersebut sekaligus memberi Como tambahan kekuatan di lini tengah untuk menghadapi persaingan domestik maupun kompetisi Eropa.