Cara Mengetahui Jika Diikuti Mata-Mata menjadi salah satu keterampilan penting yang pernah dipelajari John Kiriakou selama bekerja sebagai petugas Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA. Mantan agen tersebut menjelaskan bahwa petugas intelijen memiliki metode khusus untuk mendeteksi keberadaan seseorang yang secara sengaja mengikuti atau mengawasi pergerakan mereka.

John Kiriakou memiliki pengalaman panjang di dunia intelijen Amerika Serikat. Ia pernah mengambil bagian dalam sejumlah operasi antiterorisme setelah serangan 11 September 2001. Namanya kemudian mendapat perhatian publik setelah ia berbicara mengenai praktik interogasi waterboarding.

Kiriakou juga pernah menjalani hukuman penjara terkait pengungkapan identitas dua petugas CIA. Setelah keluar dari penjara, ia menjalani masa pengawasan federal.

Berbekal pengalamannya tersebut, Kiriakou membagikan gambaran mengenai teknik yang digunakan petugas intelijen untuk mengetahui keberadaan penguntit atau pihak yang melakukan pengawasan.

Mengenal Surveillance Detection Route

Menurut Kiriakou, CIA mengenal metode bernama Surveillance Detection Route (SDR) atau Rute Deteksi Pengawasan. Petugas menggunakan teknik tersebut untuk mengetahui apakah seseorang mengikuti perjalanan mereka.

Kiriakou menjelaskan bahwa setiap petugas CIA perlu memahami keterampilan tersebut. SDR memungkinkan seseorang mengamati pola pergerakan orang atau kendaraan di sekitarnya tanpa langsung melakukan konfrontasi.

Metode tersebut terdiri atas beberapa tahap. Pada tahap awal, seseorang bergerak dari lokasi awal menuju titik tertentu. Lokasi awal itu dapat berupa rumah, kantor, hotel, atau tempat lain.

Setelah meninggalkan lokasi tersebut, orang itu tidak langsung menuju tujuan akhirnya. Ia terlebih dahulu mengikuti perjalanan dengan beberapa perubahan arah.

Perubahan Arah Membantu Mengenali Pola

Salah satu bagian SDR menggunakan pola perjalanan berjenjang. Kiriakou menggambarkan pola tersebut melalui sejumlah belokan bergantian, misalnya kanan, kiri, kanan, lalu kembali mengambil arah berbeda hingga mencapai lokasi berikutnya.

Tujuan pola tersebut bukan sekadar membuat perjalanan menjadi lebih panjang. Perubahan arah memberi kesempatan kepada seseorang untuk memperhatikan kendaraan atau individu yang terus muncul di belakangnya.

Pertemuan dengan orang yang sama sekali mungkin hanya kebetulan. Namun, kemunculan berulang setelah beberapa perubahan rute dapat menjadi alasan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Apabila seseorang melihat tanda kuat bahwa pihak lain terus mengikuti perjalanannya, Kiriakou menyarankan perubahan rencana. Dalam kondisi tersebut, orang tersebut tidak perlu meneruskan perjalanan menuju tujuan semula.

Cara Mengetahui Jika Diikuti Mata-mata

Ilustrasi mata-mata Amerika Serikat (AS) di China.

Fase Provokatif untuk Memastikan Pengawasan

Kiriakou juga menjelaskan tahap yang ia sebut sebagai fase provokatif. Seseorang dapat menggunakan tahap ini ketika masih meragukan apakah pihak lain benar-benar mengikutinya.

Dalam skenario berkendara, pengemudi dapat melakukan beberapa perubahan arah yang tidak lazim untuk perjalanan biasa. Contohnya, pengemudi bergerak dalam jarak pendek, melakukan putar balik, mengambil arah berlawanan, kemudian kembali mengubah jalur.

Rangkaian manuver tersebut menciptakan perjalanan yang tidak memiliki pola normal menuju suatu tujuan. Karena itu, apabila kendaraan lain tetap mengikuti seluruh perubahan arah tersebut, seseorang dapat memperoleh petunjuk lebih kuat mengenai kemungkinan pengawasan.

Meski demikian, keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Pengemudi tidak seharusnya melakukan manuver berbahaya, melanggar aturan lalu lintas, atau sengaja memancing konfrontasi hanya untuk memastikan kecurigaannya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Merasa Diikuti?

Selain metode yang Kiriakou jelaskan, National Protective Security Authority (NPSA) Inggris memberikan panduan keselamatan bagi orang yang merasa sedang diawasi atau diikuti.

Langkah pertama ialah menilai keadaan secara objektif. Perhatikan lingkungan sekitar dan identifikasi pola yang tidak biasa. Misalnya, seseorang dapat memperhatikan individu yang terus berada di sekitar lokasi yang sama, kendaraan asing yang berulang kali muncul, atau pertemuan dengan orang yang sama di beberapa tempat berbeda.

Satu kejadian saja belum tentu membuktikan adanya pengawasan. Karena itu, seseorang sebaiknya memperhatikan pola sebelum mengambil kesimpulan.

Hindari Konfrontasi dengan Orang Mencurigakan

Ketika merasa seseorang mengikuti atau mengawasi Anda, jangan langsung mendekati pihak yang mencurigakan. Konfrontasi dapat meningkatkan risiko dan membuat situasi menjadi lebih sulit dikendalikan.

Jika keadaan memungkinkan, catat informasi penting dari jarak aman. Informasi tersebut dapat mencakup waktu, lokasi, ciri-ciri orang, jenis kendaraan, warna kendaraan, atau detail lain yang relevan.

Area dengan kamera CCTV juga dapat memberikan keuntungan. Rekaman dari lokasi tersebut berpotensi membantu pihak keamanan atau kepolisian ketika mereka perlu memeriksa kejadian lebih lanjut.

Jangan Langsung Pulang ke Rumah

Seseorang yang menduga pihak lain mengikutinya juga perlu mempertimbangkan kembali tujuan perjalanan. Pulang langsung ke rumah dapat membuat pihak yang mengikuti mengetahui alamat tempat tinggal.

Pilihan yang lebih aman ialah menuju lokasi publik yang ramai atau tempat yang memiliki petugas keamanan. Kantor polisi, pusat perbelanjaan, hotel, atau fasilitas publik dengan sistem keamanan dapat menjadi pilihan tergantung kondisi.

Setelah tiba di tempat aman, jelaskan situasinya kepada petugas keamanan atau polisi. Tetap berada di sekitar orang lain dan hindari pergi ke lokasi sepi seorang diri.

Tetap Waspada Tanpa Mengabaikan Keselamatan

Kewaspadaan tidak berarti seseorang harus menganggap setiap orang di sekitarnya sebagai ancaman. Fokus utama terletak pada pengamatan terhadap pola yang berulang dan perilaku yang benar-benar tidak biasa.

Jika kecurigaan terus muncul, seseorang juga dapat mengevaluasi sistem keamanan sehari-hari. Pemeriksaan dapat mencakup keamanan pintu dan kunci, pencahayaan lingkungan, kamera pengawas, hingga kebiasaan membagikan lokasi secara terbuka.

Perubahan rutinitas tertentu juga dapat membantu meningkatkan keamanan apabila terdapat alasan yang masuk akal untuk melakukannya. Untuk situasi yang lebih serius, meminta bantuan aparat atau profesional keamanan menjadi pilihan yang lebih aman daripada melakukan penyelidikan sendiri.

Pada akhirnya, cara mengetahui jika diikuti mata-mata maupun penguntit tidak hanya bergantung pada satu kejadian mencurigakan. Pengamatan terhadap pola, perubahan rencana secara aman, menghindari konfrontasi, dan mencari tempat publik menjadi langkah penting ketika seseorang merasa berada dalam pengawasan.