Timnas Inggris – terus menunjukkan performa yang menjanjikan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Penampilan konsisten yang di perlihatkan skuad asuhan Thomas Tuchel membuat mereka menjadi salah satu kandidat kuat untuk melangkah hingga partai puncak. Meski demikian, legenda Timnas Prancis, Patrice Evra, mengingatkan publik Inggris agar tidak terlena dengan hasil positif yang telah di raih sejauh ini.
Menurut mantan bek Manchester United tersebut, kualitas yang di miliki The Three Lions memang layak di perhitungkan. Namun, perjalanan menuju gelar juara dunia masih menyisakan tantangan besar yang harus di hadapi. Evra menilai keberhasilan di turnamen sebesar Piala Dunia tidak hanya di tentukan oleh kualitas individu maupun permainan menarik, tetapi juga kemampuan mengatasi tekanan pada laga-laga penentu.
Inggris Tampil Meyakinkan di Babak Gugur
Performa Inggris sepanjang fase gugur mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan. Setelah berhasil melewati hadangan Republik Demokratik Kongo, tim berjuluk The Three Lions kembali menunjukkan kualitasnya dengan menyingkirkan tuan rumah Meksiko pada pertandingan babak 16 besar.
Kemenangan tersebut semakin memperkuat status Inggris sebagai salah satu tim favorit dalam perebutan gelar Piala Dunia 2026. Organisasi permainan yang solid, efektivitas serangan, serta kedalaman skuad menjadi modal penting bagi tim besutan Thomas Tuchel untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih berat.
Hasil positif itu juga membawa Inggris melangkah ke babak perempat final. Pada fase ini, mereka di jadwalkan menghadapi Norwegia dalam pertandingan yang berlangsung di Miami pada Sabtu, 11 Juli 2026. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Inggris untuk kembali menembus semifinal Piala Dunia, sekaligus menjaga peluang meraih trofi yang telah lama dinantikan.
Patrice Evra Memuji Kualitas Timnas Inggris
Di tengah meningkatnya optimisme publik Inggris, Patrice Evra memberikan pandangan yang cukup menarik. Dalam wawancaranya bersama Stake, ia mengakui bahwa Inggris memiliki kualitas yang memadai untuk menjadi juara dunia.
Namun, Evra berharap para pendukung tidak terburu-buru merayakan peluang tersebut dengan kembali menyanyikan slogan legendaris “It’s Coming Home”. Menurutnya, euforia yang muncul terlalu dini justru bisa menjadi beban tersendiri bagi para pemain.
Ia berpendapat bahwa menjaga ketenangan hingga kompetisi benar-benar berakhir akan menjadi sikap yang lebih bijaksana. Dengan fokus penuh terhadap setiap pertandingan, peluang Inggris mengangkat trofi justru di nilai akan semakin besar.
Komentar tersebut bukan di maksudkan sebagai kritik terhadap para suporter, melainkan sebagai pengingat bahwa setiap pertandingan di fase akhir Piala Dunia memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi di bandingkan sebelumnya.

Para pemain Timnas Inggris berkumpul usai pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Inggris dan Kongo di Atlanta, Kamis, 2 Juli 2026.
Harry Kane Dinilai Memiliki Peran yang Lebih Besar
Selain memberikan penilaian terhadap performa tim secara keseluruhan, Evra juga menyampaikan apresiasi kepada sang kapten, Harry Kane.
Menurutnya, banyak pihak terlalu terpaku pada jumlah gol yang di cetak Kane. Padahal, kontribusi penyerang berpengalaman tersebut jauh melampaui catatan statistik semata.
Evra menilai Kane merupakan pemain yang mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan dengan sangat baik. Kemampuannya membaca permainan, membuka ruang, hingga melibatkan rekan-rekan setim membuat perannya sangat vital dalam skema permainan Inggris.
Tidak hanya menjadi penyelesai akhir, Kane juga mampu menciptakan peluang bagi pemain lain. Kecerdasan dalam mengambil keputusan di lapangan menjadi salah satu alasan mengapa ia tetap di anggap sebagai sosok penting bagi The Three Lions.
Mentalitas Menjadi Penentu Perebutan Gelar
Lebih lanjut, Evra menekankan bahwa kualitas teknik bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah tim di Piala Dunia.
Ia menilai banyak negara memiliki pemain-pemain berkualitas. Namun, hanya tim yang mampu menjaga mentalitas serta tampil tenang dalam situasi penuh tekanan yang berpeluang menjadi juara.
Pertandingan pada fase gugur sering kali di tentukan oleh detail kecil, mulai dari konsentrasi pemain, efektivitas memanfaatkan peluang, hingga kemampuan mempertahankan fokus sepanjang laga. Oleh sebab itu, Evra menilai ujian sesungguhnya bagi Inggris baru akan di mulai ketika menghadapi pertandingan-pertandingan besar menuju final.
Apabila mampu mengatasi tekanan tersebut, peluang Inggris mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara dunia akan semakin terbuka.
Inggris Kehilangan Dua Pemain Penting
Di sisi lain, persiapan Inggris menghadapi Norwegia tidak berjalan sepenuhnya mulus. Tim asuhan Thomas Tuchel di pastikan kehilangan dua pemain yang sebelumnya memiliki kontribusi penting dalam perjalanan mereka di turnamen.
Bek muda Jarell Quansah tidak dapat di mainkan setelah menerima kartu merah pada pertandingan melawan Meksiko. Hukuman larangan bertanding membuat lini pertahanan Inggris harus mengalami perubahan komposisi.
Selain itu, gelandang senior Jordan Henderson juga di pastikan absen akibat mengalami patah tulang lengan usai pertandingan sebelumnya. Cedera tersebut memaksanya menepi sehingga Inggris kehilangan salah satu pemain paling berpengalaman di ruang tengah.
Meskipun demikian, kedalaman skuad yang di miliki Inggris di nilai masih cukup untuk mengatasi absennya kedua pemain tersebut. Thomas Tuchel memiliki sejumlah alternatif yang siap mengisi posisi kosong tanpa mengurangi keseimbangan permainan tim.
Jika mampu mengatasi perlawanan Norwegia, Inggris akan melangkah ke semifinal dan berpeluang menghadapi Argentina dalam perebutan tiket menuju partai final. Pertandingan tersebut di prediksi menjadi ujian besar yang akan menentukan apakah The Three Lions benar-benar siap mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.