Virus HPV – Banyak orang masih menganggap virus human papillomavirus (HPV) hanya menyerang perempuan. Namun kenyataannya, virus ini juga mengancam laki-laki. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), Hanny Nilasari, menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami risiko HPV secara menyeluruh.
Secara umum, laki-laki sering tidak menyadari keberadaan virus ini dalam tubuh mereka. Infeksi HPV kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan tetap berpotensi menularkan virus tersebut.
Proses Infeksi HPV hingga Menjadi Kanker
HPV menyerang kulit dan area genital, kemudian berkembang melalui beberapa tahap. Awalnya, virus memicu infeksi lokal pada jaringan. Selanjutnya, infeksi ini dapat mengubah sel normal menjadi lesi prakanker. Jika kondisi ini terus berkembang, sel dapat berubah menjadi kanker.
Dalam banyak kasus, tubuh mampu membersihkan virus secara alami. Namun, sebagian infeksi bertahan lebih lama di dalam tubuh. Ketika virus tetap berada dalam tubuh, risiko kanker meningkat. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menghindari komplikasi serius.

Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin HPV sebelum pelayanan imunisasi HPV di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). Sedikitnya 100 orang warga dan ASN mendapatkan layanan dosis awal vaksin HPV secara gratis yang bermanfaat untuk melindungi dari infeksi HPV penyebab penyakit kanker serviks, lesi prakanker, kanker vulva, vagina dan anal serta kutil kelamin.
Risiko HPV pada Laki-Laki dan Perempuan
HPV dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki, virus ini dapat memicu kanker penis, anus, mulut, dan tenggorokan. Menariknya, risiko kanker tenggorokan pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Pada perempuan, HPV menjadi penyebab utama kanker serviks dan juga dapat memicu kanker vulva. Dengan demikian, virus ini berdampak luas dan tidak terbatas pada satu kelompok saja.
Data menunjukkan bahwa satu dari tiga pria berusia di atas 15 tahun pernah terpapar HPV. Fakta ini menunjukkan bahwa infeksi HPV cukup umum terjadi dan perlu mendapat perhatian serius.
Gejala HPV yang Sering Terabaikan
HPV sering muncul tanpa gejala yang jelas. Namun, dalam beberapa kasus, virus memicu pertumbuhan kutil di area genital. Kutil ini biasanya berbentuk seperti kembang kol, berukuran kecil, dan tidak menimbulkan rasa nyeri.
Pada laki-laki, gejala sering sulit terlihat, terutama pada mereka yang belum disunat. Lesi dapat muncul di bagian yang tertutup kulit. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari keberadaan infeksi tersebut dan tidak segera mencari pengobatan.
Pola Penularan dan Kurangnya Kesadaran
HPV menyebar melalui kontak langsung, terutama dalam aktivitas seksual. Menariknya, perempuan sering menjadi sumber penularan kepada laki-laki. Namun, banyak laki-laki menganggap infeksi ini tidak berbahaya karena sering bersifat sementara.
Di sisi lain, kurangnya edukasi memperparah kondisi ini. Banyak orang masih percaya bahwa HPV hanya menyerang perempuan. Selain itu, kekhawatiran terhadap efek samping vaksin juga membuat sebagian orang enggan melakukan pencegahan.
Pentingnya Edukasi dan Vaksinasi HPV
Tenaga medis mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang HPV. Oleh karena itu, pendekatan kesehatan modern lebih menekankan pencegahan daripada pengobatan.
Vaksinasi menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mencegah infeksi HPV. Dengan vaksin, tubuh dapat membentuk perlindungan jangka panjang terhadap virus. Selain itu, vaksin juga membantu menurunkan risiko terbentuknya lesi prakanker.
Berbeda dengan perempuan yang memiliki metode skrining seperti pap smear, laki-laki tidak memiliki metode deteksi dini yang spesifik. Karena itu, vaksinasi menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari infeksi HPV.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, HPV merupakan ancaman kesehatan bagi laki-laki dan perempuan. Di satu sisi, infeksi sering tidak menunjukkan gejala sehingga sulit dikenali. Di sisi lain, virus ini dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani.
Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Dengan edukasi yang tepat dan vaksinasi, risiko infeksi HPV dapat ditekan dan kualitas kesehatan dapat meningkat.