GFNY – indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sport tourism di Indonesia. Oleh karena itu, komunitas balap sepeda internasional ini menggelar kegiatan bersepeda bersama di Pulau Belitung pada awal Februari. Melalui kegiatan ini, GFNY Indonesia mengajak para pesepeda menikmati keindahan alam Belitung sambil tetap menjalani aktivitas olahraga yang menyehatkan.
Selain berfungsi sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi wisata. Dengan demikian, para peserta tidak hanya bersepeda, tetapi juga mengenal potensi pariwisata Belitung secara langsung. Sambutan hangat dari masyarakat setempat pun memperkuat kesan positif terhadap daerah ini.
Langkah Awal Menuju GFNY Belitung 2026
Sementara itu, Founder GFNY Indonesia, Axel Moeller, menjelaskan bahwa kegiatan bersepeda bersama ini menjadi penanda awal menuju penyelenggaraan GFNY Belitung 2026. Event tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026 dan akan menjadi salah satu ajang balap sepeda internasional di Indonesia.
Lebih lanjut, Axel menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas sepeda, serta masyarakat Belitung. Menurutnya, tanpa dukungan berbagai pihak, kegiatan berskala internasional seperti ini tidak akan berjalan optimal. Oleh sebab itu, GFNY Indonesia memandang kolaborasi sebagai kunci keberhasilan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memberi gambaran awal mengenai kesiapan Belitung sebagai tuan rumah ajang olahraga besar. Dengan rute yang menantang dan pemandangan yang memukau, Belitung di nilai mampu memberikan pengalaman bersepeda kelas dunia.

Peserta Group Ride Indonesia – Belitung, melintasi tanjakan Pantai Tanjung Tinggi. Group Ride ini merupakan bagian dari road to GFNY Belitung 21 Juni 2026.
Rute Bersepeda yang Menyatu dengan Alam
Pada hari pelaksanaan, para pesepeda memulai perjalanan dari Bundaran Batu Satam yang di kenal sebagai titik nol kilometer Belitung. Setelah itu, rombongan bergerak melewati kawasan perkotaan sebelum memasuki jalur perdesaan yang tenang. Selanjutnya, peserta menyusuri garis pantai dengan panorama laut yang bersih dan terbuka.
Tidak hanya itu, rute tersebut membawa peserta melewati kawasan Tanjung Pendam yang di rencanakan menjadi pusat kegiatan GFNY Belitung 2026. Kemudian, rombongan melintas di Sentra Batik Sepiak Belitung dan area depan Hotel Sheraton Belitung Resort. Pada bagian ini, peserta mulai merasakan kombinasi antara jalur yang nyaman dan pemandangan yang eksotis.
Selain itu, jalur pantai menjadi daya tarik utama ketika peserta melintasi Pantai Tanjung Kelayang dengan ikon Batu Garuda serta Pantai Tanjung Tinggi yang terkenal akan batu granit raksasanya. Akhirnya, kegiatan bersepeda berakhir di Hotel Fairfield by Marriott Belitung sebagai titik finis.
Belitung Siap Menyambut Pesepeda Dunia
Seiring dengan itu, Axel Moeller menegaskan bahwa GFNY Belitung 2026 juga akan berstatus sebagai GFNY Asia Championship 2026. Dengan status tersebut, ajang ini akan menarik kehadiran pesepeda dari berbagai negara. Oleh karena itu, GFNY Indonesia melihat peluang besar untuk meningkatkan eksposur Belitung di tingkat internasional.
Di samping itu, Axel menilai Belitung memiliki potensi wisata kelas dunia. Keindahan alam, keramahan masyarakat, serta infrastruktur pariwisata yang terus berkembang menjadi faktor pendukung utama. Dengan demikian, para peserta, baik dari dalam maupun luar negeri, dapat menikmati pengalaman bersepeda yang berkesan.
Kesempatan Menuju Kejuaraan Dunia di New York
Lebih menarik lagi, GFNY Belitung 2026 menawarkan keistimewaan bagi para pemenang. Juara kategori overall pria dan wanita akan menyandang gelar juara Asia. Selain itu, mereka juga berhak mengikuti GFNY World Championship di New York, Amerika Serikat.
Tidak hanya mendapatkan tiket lomba, pemenang juga memperoleh fasilitas hotel dan tiket penerbangan pulang pergi secara gratis. Oleh karena itu, ajang ini menjadi salah satu lomba yang paling diminati dalam kalender balap sepeda dunia.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Sport Tourism
Pada kesempatan yang sama, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan GFNY Belitung 2026. Dalam sambutan virtual, ia menyebut Belitung sebagai destinasi yang menyimpan sejarah alam dari masa purba hingga sekarang.
Selain dapat bersepeda dengan nyaman, wisatawan juga dapat menjelajahi kawasan Geopark Belitong. Di kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan lanskap batu granit purba, laut biru yang jernih, serta kualitas udara yang sangat baik. Oleh karena itu, Belitung dinilai mampu memberikan pengalaman wisata yang menyehatkan sekaligus berkesan.
Sinergi Olahraga dan Pariwisata Berkelanjutan
Pada akhirnya, penyelenggaraan GFNY Belitung 2026 mencerminkan sinergi antara olahraga dan pariwisata berkelanjutan. Melalui event ini, Belitung berpeluang memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia.
Dengan dukungan komunitas internasional dan pemerintah daerah, GFNY Indonesia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak ekonomi dan promosi jangka panjang. Dengan demikian, Belitung tidak hanya dikenal sebagai lokasi lomba, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang siap menyambut dunia.