Wisata alam Bukit Jatayu – dulunya, berfungsi sebagai bekas tambang kapur tradisional. Sekarang, kawasan ini berubah menjadi tujuan wisata alam dengan pemandangan eksotik dan memikat. Bukit Jatayu berada di Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar mengenal tempat ini dengan nama Gunung Jeto atau Gunung Jeto. Letaknya sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Klaten dengan luas area kurang lebih 2,5 hektare. Kawasan tersebut tetap asri dan alami, sebab vegetasi tanaman keras tumbuh rapat di sepanjang punggung bukit. Akses menuju lokasi cukup mudah, sehingga pengunjung datang tanpa kesulitan berarti.

Bukit Jatayu di Klaten
Daya Tarik Panorama Eksotis
Di sisi utara bukit, sisa aktivitas penambangan kapur lama menciptakan lanskap unik. Tebing tegak lurus, cekungan, serta ceruk berwarna cokelat muda sampai keemasan muncul dengan bentuk artistik. Batuan metamorf terlihat kokoh, lalu berpadu dengan rangkaian perbukitan selatan Klaten. Pemandangan tersebut tampak seperti lukisan alam yang hidup. Kolam air berada tepat di bawah tebing, kemudian menambah kesan segar pada area wisata. Selain itu, arena bermain, spot swafoto, dan gazebo tersedia sebagai pelengkap kebutuhan rekreasi. Dengan demikian, wisatawan menikmati suasana santai sekaligus pengalaman visual yang berkesan.
Aktivitas Wisata dan Fasilitas Pendukung
Pengunjung dapat naik ke atas bukit setinggi sekitar 200 meter untuk melihat hamparan sawah di Kecamatan Trucuk dan Cawas. Dari ketinggian, bentang alam Klaten Selatan terbentang jelas dan luas. Selanjutnya, bagi wisatawan yang ingin memacu adrenalin, pengelola menyediakan layanan adventure jeep. Kendaraan jip mengitari jalur geoheritage Desa Tawangrejo, lalu memberikan sensasi petualangan menarik. Klub Jeep Bayat mengelola kegiatan tersebut dengan profesional dan terorganisir. Satu unit jip melayani beberapa trip dalam sehari, sehingga banyak wisatawan merasakan pengalaman berkeliling bukit. Tarif sewa Jeep cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 100.000 untuk kapasitas maksimal lima penumpang. Oleh karena itu, aktivitas ini menjadi pilihan favorit terutama pada akhir pekan.
Proses Perubahan sebagai Pondasi Ekonomi Warga
Kawasan Bukit Jatayu mulai mengalami transformasi sejak tahun 2016. Pada waktu itu, muncul ide kreatif untuk mengembangkan bukit sebagai objek wisata. Sebelumnya, warga mengambil batu kapur secara manual untuk membuat nisan makam, pondasi rumah, serta kebutuhan konstruksi sederhana. Kemudian, pemerintah desa melakukan pendekatan kepada para penambang kapur tradisional. Pengelola memberi pemahaman baru kepada masyarakat, lalu mengajak warga membangun ekonomi melalui sektor pariwisata. Akan tetapi, pandemi COVID-19 sempat menghambat rencana pembangunan. Setelah pandemi berlalu, proses pengembangan berjalan lagi sedikit demi sedikit. Pemerintah desa memanfaatkan dana terbatas antara Rp 10 juta sampai Rp 50 juta untuk memulai kembali pembangunan. Meskipun begitu, semangat warga tetap tinggi dan konsisten.
Pengenalan ke Publik dan Respons Pengunjung
Bukit Jatayu resmi dikenalkan kepada publik pada 20 Desember 2025 untuk menangkap momentum libur akhir tahun. Strategi tersebut berhasil menarik perhatian luas dari wisatawan berbagai daerah. Tiket masuk ditetapkan hanya Rp 2.000 per orang, kemudian biaya parkir motor Rp 2.000, mobil Rp 3.000, serta bus Rp 5.000. Harga ekonomis ini mendorong lonjakan kunjungan harian hingga rata-rata 2.000 orang. Pada hari Minggu dan awal Januari, jumlah pengunjung meningkat berlipat ganda. Wisatawan datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, bahkan rombongan pesepeda dari luar kota turut meramaikan lokasi. Dengan promosi viral di media sosial, Bukit Jatayu menjadi salah satu destinasi populer di Klaten.
Rencana Pengembangan Ke Depan
Saat ini pengelola menyelesaikan pembangunan sekitar 40 persen dari keseluruhan rencana besar. Pada bulan Januari, pengelola mulai membangun kolam renang, lalu menyiapkan fasilitas tambahan seperti flying fox dan wahana menarik lainnya. Ke depan, kawasan ini berkembang menjadi destinasi unggulan yang semakin lengkap. Dengan kombinasi wisata alam, petualangan jeep, serta spot foto instagramable, Bukit Jatayu menawarkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung. Akhirnya, transformasi Bukit Jatayu menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara potensi alam dan kreativitas masyarakat.