Pertandingan Real Madrid – melawan Atletico Madrid pada semifinal Supercopa de Espana menghadirkan tekanan besar bagi kubu Los Blancos. Laga yang berlangsung di Jeddah ini membawa arti lebih dari sekadar perebutan tiket final. Xabi Alonso menghadapi ujian krusial yang dapat menentukan arah masa depannya bersama Real Madrid. Publik dan manajemen menaruh ekspektasi tinggi sejak klub menunjuk Alonso sebagai pelatih utama.

Real Madrid memulai tahun 2026 dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Real Betis. Hasil tersebut memang meningkatkan kepercayaan diri tim, tetapi performa yang belum stabil di kompetisi domestik tetap memicu sorotan. Los Blancos tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen Liga Spanyol, kondisi yang membuat setiap laga besar terasa semakin menentukan.

Real Madrid vs Atletico Madrid pada semifinal Supercopa de Espana di Jeddah

Pelatih kepala Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi kepada para pemain di area teknis saat pertandingan Copa del Rey antara Talavera dan Real Madrid di Talavera de la Reina, Spanyol, Kamis, 18 Desember 2025. (AP Photo/M. Berengui)

Atletico Madrid Hadir Sebagai Lawan yang Membawa Luka Lama

Atletico Madrid datang ke semifinal dengan status lawan yang sangat berbahaya. Tim asuhan Diego Simeone pernah mempermalukan Real Madrid dengan skor 5-2 di Wanda Metropolitano. Kekalahan itu meninggalkan luka mendalam bagi penggemar dan pemain. Banyak pihak menilai duel Supercopa kali ini sebagai ajang pembuktian apakah Alonso mampu membalas kegagalan tersebut.

Atmosfer rivalitas Madrid Derby selalu memunculkan intensitas tinggi. Atletico tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga mentalitas kompetitif yang kuat. Real Madrid harus menunjukkan reaksi nyata jika ingin meredam kritik dan mengembalikan dominasi atas rival sekota mereka.

Supercopa de Espana Kini Memiliki Nilai Strategis

Sejak federasi mengubah format Supercopa de Espana pada 2020, turnamen ini memiliki makna yang jauh lebih besar. Supercopa tidak lagi sekadar ajang pembuka musim, melainkan panggung prestise yang mencerminkan kesiapan tim elite Spanyol. Musim lalu menunjukkan betapa besar dampak kompetisi ini.

Real Madrid sempat tampil konsisten di liga, tetapi kekalahan 5-2 dari Barcelona pada partai final Supercopa merusak citra tersebut. Barcelona kemudian melaju dan meraih treble domestik pada musim debut Hansi Flick. Carlo Ancelotti masih memimpin Madrid saat itu, tetapi Xabi Alonso kini berada dalam situasi yang berbeda.

Manajemen dan pendukung menilai proyek Alonso dengan standar yang lebih tinggi. Ia datang membawa filosofi permainan modern dan reputasi besar sebagai pelatih muda potensial. Oleh karena itu, hasil Supercopa kali ini berpotensi menjadi indikator utama kelayakan proyek jangka panjangnya.

Tekanan Mental Jadi Fokus Utama Xabi Alonso

Menjelang laga kontra Atletico Madrid, Xabi Alonso menekankan pentingnya kesiapan mental seluruh pemain. Ia menuntut konsentrasi penuh, daya saing tinggi, dan perhatian terhadap detail kecil yang kerap menentukan hasil laga besar. Alonso memahami bahwa kesalahan kecil dapat berakibat fatal dalam duel sekelas ini.

Ia juga mengakui bahwa Atletico selalu menghadirkan tantangan berat. Meski demikian, Real Madrid memiliki motivasi kuat karena Supercopa merupakan trofi pertama musim ini. Alonso ingin menjadikan turnamen ini sebagai titik balik untuk membangun kepercayaan tim dan publik.

Alonso tidak menutup mata terhadap kekalahan telak sebelumnya. Ia menegaskan bahwa timnya tidak ingin mengulang pengalaman pahit tersebut. Sikap ini menunjukkan ambisi besar sang pelatih untuk menjawab tekanan melalui prestasi nyata.

Absennya Mbappe Membuka Jalan bagi Gonzalo Garcia

Real Madrid harus tampil tanpa Kylian Mbappe pada laga semifinal ini. Alonso mengambil keputusan tegas dengan tidak memaksakan sang bintang yang masih memulihkan cedera lutut. Ia menilai pertandingan ini datang terlalu cepat bagi Mbappe.

Meski kehilangan pemain kunci, Real Madrid tetap memiliki opsi menarik di lini depan. Gonzalo Garcia siap memimpin serangan setelah mencetak hattrick impresif ke gawang Real Betis. Penampilan tajam tersebut meningkatkan kepercayaan Alonso terhadap sang penyerang muda.

Gonzalo kini memikul tanggung jawab besar. Ia tidak hanya harus mencetak gol, tetapi juga menunjukkan karakter kuat dalam laga bertekanan tinggi. Duel melawan Atletico Madrid menuntut keberanian, disiplin, dan mental juara.

Supercopa Sebagai Penentu Arah Proyek Real Madrid

Semifinal Supercopa de Espana ini berpotensi menjadi titik penentu bagi Real Madrid di bawah kepemimpinan Xabi Alonso. Kemenangan akan memperkuat legitimasi proyek jangka panjang dan meredam kritik. Sebaliknya, kegagalan dapat memicu evaluasi besar dari manajemen klub.

Laga ini bukan sekadar soal taktik atau komposisi pemain. Faktor mental, kepemimpinan, dan kemampuan merespons tekanan akan menentukan hasil akhir. Real Madrid harus menunjukkan identitas kuat jika ingin membuktikan bahwa era baru bersama Xabi Alonso layak untuk terus berlanjut.