Andrew Robertson – telah lama melekat sebagai figur penting di lini pertahanan Liverpool. Selama hampir satu dekade, bek kiri asal Skotlandia tersebut membangun reputasi sebagai pemain yang konsisten, pekerja keras, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap klub. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari aspek teknis permainan, tetapi juga dari pengaruh mentalitas juang yang ia bawa ke dalam tim.

Sejak bergabung dari Hull City pada tahun 2017, Robertson langsung beradaptasi dengan cepat. Ia mengamankan posisi bek kiri utama dan nyaris tidak tergantikan dalam berbagai kompetisi. Kepercayaan tersebut menjadikannya salah satu pemain kunci dalam era kesuksesan Liverpool di bawah kepemimpinan Jurgen Klopp.

Andrew Robertson bersama Liverpool saat pertandingan Premier League di Anfield

Bek Liverpool asal Skotlandia #26, Andrew Robertson, bereaksi selama pertandingan matchday ke-6 Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Liverpool di Stadion San Siro, Milan, pada 9 Desember 2025. (Marco BERTORELLO/AFP)

Kontribusi Robertson dalam Era Kejayaan Liverpool

Selama bertahun-tahun, Robertson berperan besar dalam membentuk identitas permainan Liverpool. Ia dikenal aktif membantu serangan melalui overlap di sisi kiri, sekaligus disiplin dalam tugas bertahan. Kombinasi kecepatan, stamina, dan determinasi membuatnya menjadi salah satu bek kiri terbaik di Eropa pada puncak performanya.

Bersama Liverpool, Robertson mengoleksi berbagai trofi bergengsi. Ia turut mengantarkan klub meraih gelar Premier League, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Deretan prestasi tersebut mempertegas posisinya sebagai bagian penting dari generasi emas Liverpool di era modern.

Keberhasilan itu tidak datang secara instan. Robertson membangun kariernya di Anfield melalui kerja keras dan konsistensi. Ia jarang absen dari starting eleven dan selalu tampil dengan intensitas tinggi, bahkan dalam kondisi fisik yang tidak ideal.

Persaingan Baru di Posisi Bek Kiri

Memasuki musim terbaru, dinamika di sektor bek kiri Liverpool mulai berubah. Untuk pertama kalinya, Robertson menghadapi persaingan serius yang memengaruhi perannya di tim utama. Kehadiran Milos Kerkez, yang direkrut dengan nilai transfer besar, menghadirkan tantangan baru bagi sang kapten Skotlandia.

Di bawah arahan pelatih anyar Arne Slot, Liverpool mulai menerapkan pendekatan berbeda dalam rotasi pemain. Robertson tidak lagi otomatis mengisi posisi starter di setiap pertandingan. Pada kompetisi liga, ia hanya mencatatkan beberapa kali tampil sejak awal musim, situasi yang kontras dengan perannya pada musim-musim sebelumnya.

Perubahan ini mencerminkan fase transisi dalam skuad Liverpool. Klub berusaha membangun keseimbangan antara pengalaman pemain senior dan potensi jangka panjang pemain muda.

Mentalitas Kompetitif dan Loyalitas Klub

Meski menghadapi situasi baru, Robertson tetap menunjukkan mentalitas kompetitif yang sama. Ia secara terbuka menyatakan bahwa hasrat untuk bermain tidak pernah berkurang. Bagi Robertson, berada di lapangan merupakan bagian dari identitasnya sebagai pesepak bola profesional.

Selama kariernya, Robertson dikenal sebagai pemain yang rela mengorbankan kondisi fisik demi kepentingan tim. Ia kerap bermain meski tidak berada dalam kondisi terbaik, baik untuk Liverpool maupun tim nasional Skotlandia. Sikap tersebut mencerminkan tingkat dedikasi yang tinggi terhadap profesi dan klub yang ia bela.

Meskipun kini perannya mengalami perubahan, Robertson mengakui bahwa ia tetap menikmati tantangan baru tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa keinginan utama seorang pemain sepak bola adalah tampil dan berkontribusi secara langsung di lapangan.

Usia, Performa, dan Masa Depan di Anfield

Pada usia 31 tahun, Robertson menyadari bahwa fase kariernya memasuki tahap berbeda. Meski demikian, ia menilai performanya masih berada pada level yang kompetitif untuk bermain di klub sekelas Liverpool. Ia merasa mampu memberikan kontribusi maksimal ketika mendapatkan kesempatan bermain.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan jangka panjang Robertson di Anfield. Ia memberikan sinyal bahwa minimnya menit bermain dapat memengaruhi keputusannya terkait kelanjutan karier bersama Liverpool. Bagi Robertson, kepastian peran di dalam tim menjadi faktor penting dalam mempertimbangkan masa depan.

Meski belum mengambil keputusan pasti, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Robertson bersikap realistis terhadap dinamika sepak bola modern. Ia memahami bahwa setiap pemain harus menyesuaikan diri dengan perubahan, baik dari sisi taktik maupun kebijakan klub.

Penutup

Perjalanan Andrew Robertson bersama Liverpool mencerminkan kisah tentang konsistensi, loyalitas, dan profesionalisme. Dari pemain yang direkrut dengan ekspektasi moderat, ia berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia dan simbol kesuksesan klub. Kini, di tengah persaingan baru dan perubahan peran, Robertson menghadapi tantangan yang menguji mentalitasnya.

Bagaimanapun, kontribusi Robertson dalam sejarah modern Liverpool telah tercatat dengan jelas. Apakah ia akan terus berjuang merebut tempat utama atau mempertimbangkan langkah baru, perannya dalam membangun fondasi kesuksesan Liverpool tidak akan mudah tergantikan.