Gelar Open House – Perayaan Idulfitri selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia. Pada hari tersebut, umat Muslim melaksanakan Salat Id sekaligus mempererat hubungan sosial melalui kegiatan silaturahmi. Selain masyarakat umum, pejabat pemerintah juga sering menjalankan tradisi ini sebagai bagian dari interaksi dengan warga.

Gubernur Pramono Anung berencana melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal yang berada di Jakarta Pusat. Setelah menjalankan ibadah tersebut, ia akan mengadakan kegiatan silaturahmi atau open house secara sederhana di Balai Kota DKI Jakarta.

Pramono Anung akan menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih konsep sederhana agar masyarakat tetap dapat berinteraksi dengan pemerintah daerah tanpa menonjolkan kemewahan.

Ajakan Pemerintah untuk Menjaga Kesederhanaan

Sementara itu, pemerintah pusat juga mendorong pejabat negara untuk menunjukkan sikap sederhana selama perayaan Idulfitri. Prabowo Subianto menyampaikan pesan tersebut saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta.

Presiden meminta para anggota kabinet agar tidak menyelenggarakan acara open house secara berlebihan. Ia menilai para pejabat perlu memberi contoh kepada masyarakat dengan mengedepankan kesederhanaan.

Menurut Presiden, kondisi sosial di beberapa wilayah Indonesia masih memerlukan perhatian pemerintah. Karena itu, para pejabat negara sebaiknya menunjukkan empati dengan tidak mengadakan kegiatan yang terlalu mewah.

Namun Presiden juga menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi tetap penting. Tradisi tersebut dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat selama perayaan hari raya.

Pramono Anung Salat Id di Masjid Istiqlal

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/3/2026).

Tradisi Mudik dan Pesan Keselamatan bagi Masyarakat

Selain membahas kegiatan pejabat pemerintah, Presiden juga memberikan pesan kepada masyarakat yang akan menjalankan tradisi mudik. Setiap tahun, jutaan masyarakat Indonesia melakukan perjalanan ke kampung halaman menjelang Idulfitri.

Pemerintah memandang mudik sebagai fenomena sosial yang penting karena mempertemukan keluarga yang tinggal berjauhan. Oleh sebab itu, Presiden mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga keselamatan selama perjalanan.

Ia berharap para pemudik mempersiapkan perjalanan dengan baik serta memperhatikan kondisi kesehatan dan keamanan diri.

Kebijakan Diskon Transportasi untuk Mendukung Mudik Lebaran

Untuk membantu masyarakat selama periode mudik, pemerintah mengeluarkan kebijakan diskon tiket transportasi. Presiden Prabowo Subianto meminta Dudy Purwagandhi memastikan kebijakan tersebut berjalan dengan baik.

Pemerintah memberikan potongan harga tiket untuk berbagai moda transportasi. Program ini mencakup kereta api, kapal laut, pesawat udara, serta tarif jalan tol.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin meringankan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan transportasi selama musim mudik.

Rincian Program Diskon Transportasi Lebaran

Pemerintah menetapkan diskon hingga 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi non-penugasan. Program ini berlaku pada periode perjalanan 14 hingga 29 Maret 2026.

Kebijakan ini menargetkan sekitar 1,28 juta penumpang. Perusahaan kereta api mengoperasikan ratusan perjalanan reguler dan tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon 30 persen untuk tiket kapal laut kelas ekonomi pada kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Program diskon angkutan laut berlaku pada periode perjalanan 11 Maret hingga 5 April 2026. Program ini menargetkan sekitar 445 ribu penumpang di berbagai rute pelayaran nasional.

Untuk transportasi udara, maskapai memberikan potongan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen. Program ini berlaku pada periode perjalanan 14 hingga 29 Maret 2026.

Selain transportasi umum, pemerintah juga memberikan diskon tarif jalan tol sebesar 30 persen pada sejumlah ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatra.

Peningkatan Pelayanan Transportasi selama Mudik

Pemerintah juga meminta berbagai instansi terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi. Pengelola transportasi perlu memperbaiki layanan di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, serta rest area di jalan tol.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak, pasokan listrik, serta jaringan internet selama periode mudik.

Langkah tersebut bertujuan memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman selama libur Lebaran.

Perkiraan Jumlah Pemudik Lebaran 2026

Survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang.

Angka tersebut menunjukkan besarnya mobilitas masyarakat selama periode hari raya. Karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu bekerja sama untuk mengelola arus mudik dengan baik.

Melalui berbagai kebijakan transportasi serta peningkatan layanan publik, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.