Kabupaten Aceh Tengah – menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup berat akibat bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025. Bencana tersebut memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk infrastruktur dan aktivitas pariwisata. Meski demikian, dua bulan setelah kejadian, Aceh Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan kesiapan untuk kembali menerima kunjungan wisatawan.
Wilayah yang berada di dataran tinggi Gayo ini selama bertahun-tahun di kenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Provinsi Aceh. Udara sejuk, panorama alam yang indah, serta budaya lokal yang khas menjadikan Aceh Tengah tujuan favorit bagi wisatawan domestik maupun luar daerah. Kini, pemerintah daerah dan pelaku pariwisata bergerak bersama untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan agar kembali berkunjung.
Danau Lut Tawar Tetap Jadi Daya Tarik Utama Wisata
Salah satu ikon wisata Aceh Tengah adalah Danau Lut Tawar, yang terletak di kawasan Takengon. Danau ini menawarkan pemandangan alam yang menenangkan dengan latar perbukitan hijau serta udara yang segar. Sebelum bencana, kawasan Danau Lut Tawar selalu ramai di kunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Pasca bencana, beberapa titik di sepanjang jalan lingkar danau masih menunjukkan bekas longsoran. Kondisi tersebut sempat memengaruhi akses menuju sejumlah objek wisata di sekitar danau. Meski begitu, pemerintah daerah terus melakukan pembersihan dan penanganan agar jalur utama tetap dapat dilalui dengan aman oleh masyarakat dan wisatawan.
Selain Danau Lut Tawar, Aceh Tengah juga memiliki beragam destinasi wisata alam lain seperti arung jeram, perbukitan, serta kawasan perkebunan kopi Gayo yang terkenal hingga mancanegara. Destinasi-destinasi ini secara umum telah kembali beroperasi dan siap menerima pengunjung.

Foto: Pengunjung beraktivitas di tenda dan menikmati keindahan alam saat wisata camping Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh, Minggu (6/4/2025).
Pelaku Pariwisata Nyatakan Kesiapan Sambut Wisatawan
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama para pelaku pariwisata menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut wisatawan. Mantan Penjabat Bupati Bener Meriah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa aktivitas wisata di Aceh Tengah pada dasarnya sudah dapat berjalan kembali seperti sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa beberapa kegiatan wisata unggulan, seperti arung jeram, tidak terdampak langsung oleh bencana dan tetap aman untuk dikunjungi. Menurutnya, kondisi alam dan fasilitas pendukung pariwisata di Aceh Tengah telah siap melayani wisatawan yang ingin kembali berlibur ke kawasan tersebut.
Melalui ajakan terbuka kepada masyarakat, ia mendorong wisatawan untuk tidak ragu mengunjungi Takengon dan sekitarnya. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta memastikan keamanan dan kenyamanan selama berwisata di Aceh Tengah.
Upaya Pemulihan dan Promosi Pariwisata Daerah
Bencana yang terjadi pada akhir 2025 berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah. Penurunan kunjungan tersebut turut memengaruhi pendapatan pelaku usaha pariwisata, mulai dari pengelola penginapan, pedagang kuliner, hingga penyedia jasa wisata.
Menyadari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merancang langkah-langkah strategis untuk memulihkan sektor pariwisata. Salah satu fokus utama adalah memperkuat promosi wisata guna menyampaikan pesan bahwa Aceh Tengah telah kembali aman dan layak dikunjungi.
Promosi tersebut mencakup penyebaran informasi melalui berbagai kanal, baik media sosial, media massa, maupun kerja sama dengan komunitas pariwisata. Pemerintah daerah juga mendorong pelaku wisata lokal untuk aktif berinovasi dalam menghadirkan pengalaman wisata yang menarik dan berkelanjutan.
Pariwisata sebagai Motor Pemulihan Ekonomi Lokal
Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Aceh Tengah. Kehadiran wisatawan memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor jasa dan perdagangan.
Dengan kembalinya aktivitas pariwisata, pemerintah daerah berharap roda perekonomian masyarakat dapat kembali berputar. Selain itu, pemulihan pariwisata juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat pascabencana serta memperkuat citra Aceh Tengah sebagai destinasi wisata unggulan di Tanah Rencong.
Dua bulan pascabencana, Aceh Tengah menunjukkan semangat bangkit dan kesiapan untuk kembali menyambut wisatawan. Meski masih terdapat tantangan berupa pemulihan infrastruktur di beberapa titik, pemerintah daerah dan pelaku pariwisata terus berupaya memastikan keamanan serta kenyamanan bagi pengunjung. Dengan kekayaan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya, Aceh Tengah optimistis dapat kembali menjadi tujuan wisata yang menarik dan berdaya saing di Aceh.