Piala Dunia 2026 – Luka Modric kembali membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap tampil impresif di level tertinggi sepak bola dunia. Gelandang veteran asal Kroasia tersebut menjadi sosok penting di balik keberhasilan timnya melangkah ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan krusial atas Ghana.
Pada pertandingan terakhir Grup L yang berlangsung Minggu (28/6/2026) dini hari WIB, Kroasia berhasil mengalahkan Ghana dengan skor tipis 2-1. Hasil tersebut memastikan tim berjuluk Vatreni finis sebagai runner-up grup dan mengamankan tiket menuju fase gugur. Di balik kemenangan tersebut, Modric kembali menunjukkan kualitas dan kepemimpinannya melalui kontribusi besar di lapangan.
Luka Modric Berperan Penting dalam Kemenangan Kroasia
Pertandingan melawan Ghana berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk lolos sehingga tensi pertandingan berlangsung tinggi. Kroasia akhirnya mampu memastikan kemenangan berkat gol Nikola Vlasic pada menit ke-83.
Gol tersebut lahir setelah Luka Modric memberikan umpan matang yang berhasil di manfaatkan dengan baik oleh Vlasic. Assist tersebut menjadi salah satu momen penting yang menentukan nasib Kroasia di Grup L.
Tidak hanya berkontribusi dalam proses terciptanya gol kemenangan, Modric juga memperlihatkan dedikasi luar biasa saat membantu pertahanan tim. Menjelang berakhirnya pertandingan, ia melakukan penyelamatan penting dengan menggagalkan peluang emas Ghana di dalam kotak penalti yang berpotensi mengubah skor menjadi 2-2.
Apabila Ghana berhasil menyamakan kedudukan, posisi runner-up grup bisa saja berpindah tangan. Oleh sebab itu, kontribusi Modric di kedua sisi permainan menjadi faktor utama keberhasilan Kroasia melangkah ke fase berikutnya.
Modric Pecahkan Rekor Pemain Tertua Pencetak Assist di Piala Dunia
Selain mengantar Kroasia lolos ke babak gugur, Luka Modric juga berhasil menorehkan sejarah baru di ajang Piala Dunia. Assist yang ia ciptakan membuatnya resmi menjadi pemain tertua yang berhasil memberikan assist dalam sejarah turnamen tersebut.
Rekor itu di bukukan ketika Modric berusia 40 tahun 291 hari. Catatan tersebut semakin mempertegas kualitas sang gelandang yang hingga kini masih mampu bersaing di level internasional meski telah memasuki usia kepala empat.
Prestasi ini sekaligus memperpanjang daftar kontribusi Modric bersama tim nasional Kroasia. Sebelumnya, ia menjadi sosok sentral ketika negaranya mampu mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan kembali tampil impresif pada edisi 2022.
Konsistensi yang di perlihatkan Modric selama bertahun-tahun menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Kroasia.

Luka Modric
Zlatko Dalic Beri Pujian untuk Sang Kapten
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, tidak ragu memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Luka Modric setelah pertandingan berakhir. Menurutnya, pengalaman, karakter, serta semangat juang sang kapten menjadi contoh ideal bagi setiap pesepak bola profesional.
Dalic menilai Modric tidak hanya berkontribusi melalui assist, tetapi juga bekerja keras membantu pertahanan hingga detik-detik terakhir pertandingan. Ia menyebut mental pantang menyerah yang di miliki Modric menjadi salah satu alasan mengapa sang pemain tetap mampu tampil kompetitif meski usianya tidak lagi muda.
Sang pelatih juga mengungkapkan bahwa kondisi fisik Modric terus menunjukkan perkembangan positif. Meskipun beberapa kali harus menjalani pergantian pemain pada pertandingan sebelumnya, gelandang berpengalaman tersebut tetap mampu menjaga performa dan memberikan pengaruh besar bagi tim.
Dalic berharap pemain andalannya dapat terus berada dalam kondisi terbaik selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Kroasia Bersiap Hadapi Portugal di Babak 32 Besar
Keberhasilan mengalahkan Ghana membawa Kroasia mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan dan memastikan posisi runner-up Grup L. Dengan hasil tersebut, Vatreni berhak melanjutkan perjalanan ke Babak 32 Besar.
Pada fase gugur nanti, Kroasia akan menghadapi Portugal dalam pertandingan yang di prediksi berlangsung ketat. Laga tersebut di jadwalkan berlangsung pada Jumat pekan depan dan di pastikan menjadi ujian berat bagi kedua tim.
Pengalaman Luka Modric di yakini kembali menjadi modal penting bagi Kroasia dalam menghadapi salah satu kandidat kuat juara. Meski usianya telah mencapai 40 tahun, sang kapten masih menunjukkan bahwa kualitas, visi bermain, dan kepemimpinan tetap menjadi aset berharga yang sulit tergantikan.
Jika mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Ghana, bukan tidak mungkin Kroasia kembali menciptakan kejutan pada Piala Dunia 2026 dan melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi tersebut.