Kemenpar – pemerintah Indonesia terus memperkuat promosi pariwisata di tingkat global melalui berbagai kegiatan internasional. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan berpartisipasi dalam pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin 2026. Ajang ini menjadi platform penting bagi negara-negara untuk mempromosikan destinasi wisata kepada pelaku industri pariwisata global.
Dalam partisipasi tersebut, Kementerian Pariwisata memperkenalkan kampanye bertajuk #GoBeyondOrdinary sebagai bagian dari strategi promosi destinasi Indonesia. Kampanye ini menekankan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan nilai budaya, interaksi sosial, serta pengalaman autentik bagi wisatawan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa kampanye tersebut mencerminkan program unggulan pemerintah dalam sektor pariwisata, yaitu konsep Quality Tourism. Konsep ini berfokus pada pengembangan pariwisata yang memberikan nilai tambah melalui prinsip keberlanjutan, kualitas layanan, serta keterlibatan masyarakat lokal.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin membangun citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman perjalanan yang bermakna bagi wisatawan internasional.
Paviliun Indonesia di ITB Berlin 2026
Kementerian Pariwisata membuka Paviliun Indonesia di Berlin ExpoCenter, Messe Berlin, sebagai bagian dari partisipasi dalam ITB Berlin 2026. Paviliun ini menjadi ruang promosi yang memperkenalkan berbagai potensi pariwisata Indonesia kepada pelaku industri global.
Tema #GoBeyondOrdinary dipilih untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga dapat merasakan kekayaan budaya, tradisi lokal, serta kehangatan masyarakat di berbagai daerah.
Paviliun Indonesia juga menghadirkan berbagai konsep pengalaman wisata yang interaktif. Pengunjung dapat mengenal berbagai destinasi unggulan melalui presentasi visual, paket perjalanan wisata, serta promosi langsung dari pelaku industri pariwisata.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan perjalanan mereka.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (tengah) saat membuka Paviliun Indonesia di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Selasa (3/3/2026)
Promosi Destinasi Prioritas dan Pariwisata Regeneratif
Pada pameran ITB Berlin 2026, Kementerian Pariwisata memfokuskan promosi pada dua kategori utama destinasi, yaitu Destinasi Pariwisata Prioritas dan Destinasi Pariwisata Regeneratif.
Destinasi Pariwisata Prioritas mencakup sejumlah kawasan wisata yang telah ditetapkan pemerintah sebagai pusat pengembangan pariwisata nasional. Destinasi tersebut memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, konsep Destinasi Pariwisata Regeneratif menekankan pengembangan wisata yang menjaga keseimbangan antara kegiatan pariwisata dan kelestarian lingkungan. Pendekatan ini mendorong praktik pariwisata yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Melalui promosi kedua konsep tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa pengembangan pariwisata Indonesia tetap memperhatikan aspek lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
Partisipasi Pelaku Industri Pariwisata
Paviliun Indonesia pada ITB Berlin 2026 juga melibatkan berbagai pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari 90 pelaku usaha dari 11 provinsi turut berpartisipasi dalam kegiatan promosi tersebut.
Para peserta berasal dari berbagai sektor, termasuk penyedia akomodasi, perusahaan pengelola destinasi, agen perjalanan wisata, pengelola desa wisata, serta penyedia layanan pariwisata lainnya.
Partisipasi berbagai pelaku industri ini mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata nasional. Kerja sama tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.
Kehadiran para pelaku usaha juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk menjalin kerja sama bisnis dengan mitra internasional, seperti agen perjalanan, operator tur, dan investor pariwisata.
Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim
Selain mempromosikan destinasi wisata, Kementerian Pariwisata juga memperkenalkan paket wisata ramah Muslim dalam pameran tersebut. Segmen pariwisata ini mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak wisatawan global, terutama dari kawasan Timur Tengah dan Asia, menunjukkan minat tinggi terhadap destinasi yang menyediakan fasilitas ramah Muslim. Oleh karena itu, pemerintah melihat peluang besar untuk mengembangkan segmen pasar ini.
ITB Berlin menjadi tempat yang strategis untuk mempromosikan paket wisata tersebut karena pameran ini mempertemukan pembeli dari berbagai wilayah dunia, termasuk Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
Dengan memanfaatkan momentum tersebut, Indonesia berupaya memperluas pasar wisatawan internasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional.
Target Transaksi Pariwisata Internasional
Partisipasi Indonesia dalam ITB Berlin 2026 juga memiliki target ekonomi yang cukup besar. Pemerintah menargetkan potensi transaksi wisatawan antara 498 ribu hingga 541 ribu orang.
Nilai potensi transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 12,9 hingga 14,3 triliun rupiah dalam bentuk devisa negara. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap kontribusi sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
ITB Berlin sendiri berlangsung pada 2 hingga 5 Maret 2026 dan menjadi salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia. Paviliun Indonesia menempati area seluas sekitar 441 meter persegi di Hall 26 dengan jumlah partisipasi pelaku industri yang termasuk terbesar dalam lima tahun terakhir.
Diplomasi Budaya Indonesia di Berlin
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jerman, Menteri Pariwisata juga mengunjungi Rumah Budaya Indonesia di Berlin. Pusat kebudayaan tersebut di kelola oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman.
Rumah Budaya Indonesia berperan sebagai sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan seni, tradisi, dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Jerman. Keberadaan pusat budaya ini membantu memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman, terutama dalam bidang budaya dan pariwisata.
Melalui berbagai kegiatan promosi internasional seperti ITB Berlin, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata global yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta pengalaman perjalanan yang unik dan berkelanjutan.