Pemerintah China – terus mempercepat transformasi industri otomotif nasional. Oleh karena itu, negara ini menyusun kebijakan jangka menengah yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan pintar. Melalui Ministry of Industry and Information Technology (MIIT), pemerintah memaparkan peta jalan industri otomotif tahun 2026.

Kebijakan ini menempatkan pengembangan teknologi inti sebagai prioritas utama. Selain itu, pemerintah ingin meningkatkan kualitas industri new energy vehicles (NEV). Pada saat yang sama, China juga mendorong ekspansi konsumsi otomotif domestik.

Pemerintah memandang tahun 2026 sebagai fase awal implementasi 15th Five-Year Plan. Oleh sebab itu, China menargetkan penguatan daya saing industri otomotif melalui inovasi teknologi berkelanjutan.

Industri otomotif China fokus mengembangkan kendaraan listrik 2026

BYD Siap Pakai Baterai Solid-State 2027, untuk Mobil Murah 2030 (Carscoops)

Inovasi Teknologi sebagai Penggerak Industri

Dalam pertemuan lintas kementerian di Beijing pada 13 Januari 2026, pemerintah China menegaskan peran penting inovasi teknologi. Oleh karena itu, pemerintah meminta pelaku industri memperkuat riset dan pengembangan teknologi strategis.

Selain itu, pemerintah menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai industri. Fokus ini mencakup baterai generasi berikutnya dan sistem mengemudi otomatis. Dengan demikian, industri otomotif China dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong pengurangan ketergantungan terhadap teknologi impor. Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional. Oleh karena itu, China menempatkan penguasaan teknologi inti sebagai fondasi utama.

Akselerasi Baterai Solid-State untuk Kendaraan Listrik

Teknologi baterai solid-state menjadi sorotan utama dalam peta jalan otomotif China 2026. Oleh karena itu, pemerintah mendorong akselerasi riset dan produksi teknologi ini. Baterai solid-state menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional.

Selain itu, teknologi ini meningkatkan keamanan dan umur pakai baterai. Dengan demikian, kendaraan listrik dapat menempuh jarak lebih jauh dalam satu kali pengisian. Keunggulan ini mendorong minat industri terhadap baterai solid-state.

Saat ini, banyak perusahaan otomotif China telah beralih dari riset laboratorium ke tahap pengembangan prototipe. Sementara itu, beberapa produsen juga menyiapkan produksi pilot. Targetnya mencakup jangkauan kendaraan hingga ribuan kilometer.

Pada saat yang sama, industri juga membangun fasilitas produksi baterai berskala besar. Kapasitas produksi ini mencapai tingkat gigawatt hour (GWh). Selain itu, perusahaan menjalin kolaborasi strategis untuk pengadaan material utama seperti katoda dan elektrolit.

Pengembangan Autonomous Driving Level 3

Selain baterai, pemerintah China juga memprioritaskan pengembangan teknologi autonomous driving Level 3. Oleh karena itu, pemerintah mendorong produsen kendaraan mempercepat uji coba teknologi ini. Level 3 memungkinkan kendaraan mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu.

Teknologi ini menjadi jembatan menuju era kendaraan pintar komersial. Dengan demikian, China menyiapkan fondasi mobilitas masa depan. Beberapa produsen telah memperoleh izin uji coba di jalan terbatas.

Produsen tersebut meliputi BYD, XPeng, Li Auto, Changan Deepal, dan Arcfox. Mereka mengumpulkan data nyata untuk menyempurnakan sistem.

Lebih lanjut, pengembangan Level 3 tidak hanya berfokus pada kendaraan. Teknologi ini juga mencakup sensor, kecerdasan buatan, dan pemrosesan data. Selain itu, China mengembangkan konektivitas cloud dan peta digital presisi tinggi.

Infrastruktur dan Ekosistem Mobilitas Pintar

China juga membangun infrastruktur pendukung untuk kendaraan pintar. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat pengembangan jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. Infrastruktur ini mendukung komunikasi kendaraan secara real time.

Selain itu, China mengintegrasikan sistem transportasi dengan teknologi digital. Pendekatan ini memperkuat efisiensi dan keselamatan. Dengan demikian, kendaraan pintar dapat beroperasi secara optimal.

Langkah ini juga memperkuat posisi China dalam persaingan global. Pada saat yang sama, negara ini mendorong standar teknologi nasional agar selaras dengan pasar internasional.

Strategi Global dan Daya Saing Industri

Melalui peta jalan 2026, China tidak hanya memperkuat pasar domestik. Sebaliknya, pemerintah juga menyiapkan strategi ekspansi global. Oleh karena itu, industri otomotif China siap bersaing di pasar internasional.

Selain itu, kebijakan ini mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi tinggi. China juga menciptakan peluang kerja baru di sektor otomotif dan teknologi. Dengan demikian, strategi ini mendukung transisi menuju ekonomi rendah emisi.

Kesimpulan

Peta jalan industri otomotif China 2026 menegaskan fokus kuat pada kendaraan listrik dan pintar. Pemerintah mendorong pengembangan baterai solid-state dan autonomous driving Level 3 secara simultan.

Dengan strategi ini, China memperkuat fondasi industri otomotif nasional. Selain itu, negara ini mempersiapkan kepemimpinan global dalam mobilitas masa depan. Pendekatan berbasis inovasi dan kolaborasi menjadi kunci transformasi industri otomotif China.