Juara Piala AFF U17 – Pertandingan final ASEAN U17 Championship 2026 mempertemukan Timnas U17 Malaysia dan Timnas U17 Vietnam pada Jumat, 24 April 2026. Laga berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan menghadirkan persaingan sengit antara dua tim muda terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Vietnam tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0. Dengan hasil ini, Vietnam kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan sepak bola usia muda di kawasan tersebut.

Dominasi Vietnam di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, Vietnam langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menguasai jalannya pertandingan dengan permainan cepat dan terorganisir. Pada menit ke-12, Vietnam membuka keunggulan melalui gol yang dicetak oleh Dao Quy Vuong.

Setelah unggul satu gol, Vietnam tidak mengurangi intensitas serangan. Mereka terus menekan pertahanan Malaysia dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun demikian, lini belakang Malaysia masih mampu mengantisipasi sebagian besar serangan tersebut.

Di sisi lain, Malaysia berusaha membangun serangan balik. Akan tetapi, mereka kesulitan menembus pertahanan Vietnam yang tampil disiplin. Menjelang akhir babak pertama, Vietnam kembali meningkatkan tekanan.

Hasilnya, Nguyen Van Duong mencetak gol kedua pada masa tambahan waktu. Gol tersebut memperlebar keunggulan Vietnam menjadi 2-0. Hingga babak pertama berakhir, Vietnam tetap memimpin dengan selisih dua gol.

Pemain Vietnam U17 merayakan kemenangan di final AFF U17 2026

Pemain timnas u17 Vietnam Ngoc Ngunyen Tran selebrasi usai menjebol gawang Timor Leste saat laga kedua babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) sore.

Babak Kedua: Vietnam Kunci Kemenangan

Memasuki babak kedua, Vietnam tetap mempertahankan gaya bermain agresif. Mereka tidak memberikan ruang bagi Malaysia untuk berkembang. Selain itu, Vietnam terus memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan.

Pada menit ke-56, Nguyen Van Duong kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia memanfaatkan umpan terobosan dari lini tengah dengan penyelesaian yang akurat. Gol ini sekaligus memastikan keunggulan Vietnam menjadi 3-0.

Setelah tertinggal tiga gol, Malaysia mencoba meningkatkan tekanan. Mereka berusaha menciptakan peluang melalui serangan cepat. Namun, pertahanan Vietnam tampil solid dan mampu menggagalkan setiap upaya tersebut.

Selain itu, Vietnam juga tetap aktif menyerang untuk menjaga kontrol permainan. Mereka hampir menambah gol melalui beberapa peluang tambahan. Meski demikian, tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir.

Strategi dan Performa Kedua Tim

Vietnam menunjukkan performa yang sangat konsisten sepanjang pertandingan. Mereka mengandalkan koordinasi tim yang baik serta transisi permainan yang cepat. Selain itu, efektivitas dalam penyelesaian akhir menjadi faktor kunci kemenangan mereka.

Di sisi lain, Malaysia menghadapi kesulitan dalam mengembangkan permainan. Mereka tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal. Selain itu, tekanan dari Vietnam membuat mereka kehilangan ritme permainan.

Pelatih kedua tim menerapkan strategi yang berbeda. Vietnam lebih fokus pada serangan cepat dan penguasaan bola. Sementara itu, Malaysia mencoba bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Namun demikian, perbedaan kualitas permainan terlihat jelas sepanjang laga. Vietnam tampil lebih siap secara teknis maupun mental.

Gelar Ketiga Vietnam di Level U17

Kemenangan ini membawa Vietnam meraih gelar ketiga di ajang ASEAN U17 Championship. Sebelumnya, mereka juga berhasil menjadi juara pada tahun 2006 dan 2010. Dengan demikian, prestasi ini semakin memperkuat reputasi mereka di tingkat regional.

Selain itu, keberhasilan ini menunjukkan perkembangan pesat sepak bola usia muda di Vietnam. Mereka mampu mencetak pemain berkualitas yang siap bersaing di level internasional.

Di sisi lain, Malaysia tetap menunjukkan potensi meskipun gagal meraih gelar. Pengalaman bermain di final akan menjadi bekal penting bagi para pemain muda untuk berkembang di masa depan.

Susunan Pemain Kedua Tim

Malaysia U17 (3-4-3): Adam Nurfakrullah; Fareez Danial, Adam Muqri, Amsyar Naufal; Ariq Thaqif, Fazryel Ashraf, Muhammad Dini, Muzakif Fitri; Azam Muslim, Yusuf Nasrullah, Aqif Syameel.
Pelatih: Shukor Adan.

Vietnam U17 (3-4-3): Ly Xuan Hoa; Nguyen Manh Cuong, Nguyen Huynh Dang Khoa, Tran Hoang Viet; Dao Quy Vuong, Nguyen Minh Thuy, Le Trong Dai Nhan, Chu Ngoc Nguyen Luc; Nguyen Van Duong, Nguyen Ngoc Anh Hao, Le Sy Bach.

Kesimpulan

Final ASEAN U17 Championship 2026 menghadirkan pertandingan yang menarik dengan dominasi Vietnam. Mereka berhasil menunjukkan kualitas permainan yang lebih baik dibandingkan Malaysia.

Kemenangan 3-0 ini tidak hanya memastikan gelar juara, tetapi juga menegaskan kekuatan Vietnam di level usia muda. Oleh karena itu, hasil ini menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola mereka di masa depan.

Sementara itu, Malaysia perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa tim. Dengan perbaikan yang tepat, mereka tetap memiliki peluang untuk bersaing di turnamen berikutnya.