Produsen kendaraan listrik – asal Amerika Serikat, Tesla, melakukan penyesuaian penting pada strategi fitur bantuan mengemudi untuk pasar domestiknya. Perusahaan tersebut memperbarui konfigurator kendaraan di Amerika Serikat dengan menghapus paket Autopilot lengkap dari seluruh varian terbaru Tesla Model 3 dan Tesla Model Y. Langkah ini menandai perubahan pendekatan Tesla dalam mendistribusikan teknologi bantuan berkendara kepada konsumen.

Melalui kebijakan baru tersebut, Tesla tidak lagi menyertakan fitur bantuan mengemudi lanjutan sebagai kelengkapan standar. Sebagai gantinya, perusahaan mengarahkan konsumen untuk mengakses fitur tingkat lanjut melalui skema langganan perangkat lunak Full Self-Driving atau FSD. Strategi ini mencerminkan pergeseran fokus Tesla dari penjualan fitur satu kali menuju model pendapatan berulang berbasis langganan.

Autopilot Tidak Lagi Lengkap di Model 3 dan Model Y

Dalam konfigurasi terbaru, Tesla menyederhanakan fitur Autopilot pada Model 3 dan Model Y. Sistem Autopilot kini hanya mencakup Traffic Aware Cruise Control (TACC), yaitu fitur yang membantu kendaraan mengatur kecepatan serta jarak aman dengan kendaraan lain di depan. Fitur ini berfungsi untuk mengelola akselerasi dan pengereman secara otomatis, namun tidak mengendalikan arah kendaraan.

Sebaliknya, fitur Autosteer yang sebelumnya menjadi komponen utama Autopilot tidak lagi tersedia sebagai standar. Autosteer memungkinkan kendaraan menjaga posisi tetap berada di tengah jalur secara otomatis, sehingga perannya cukup signifikan dalam pengalaman berkendara semi-otonom. Dengan penghapusan fitur ini, pengemudi kembali memegang kendali penuh atas kemudi kendaraan.

Perubahan tersebut sebenarnya telah mulai diterapkan sejak peluncuran varian Standard pada Oktober 2025. Pembaruan terbaru hanya memperluas kebijakan tersebut ke seluruh trim Model 3 dan Model Y yang dipasarkan saat ini.

Interior Tesla Model Y dengan sistem bantuan mengemudi

Autopilot Tesla

Dampak Perubahan terhadap Pengalaman Berkendara

Dengan hilangnya Autosteer, pengalaman berkendara Model 3 dan Model Y kini menjadi lebih manual. Pengemudi tetap memperoleh bantuan dalam mengatur kecepatan dan jarak, namun harus mengendalikan arah kendaraan secara penuh. Kondisi ini membuat pengalaman berkendara Tesla generasi terbaru menyerupai model-model awal Tesla pada awal dekade 2010-an, sebelum fitur bantuan mengemudi berkembang seperti sekarang.

Meski demikian, Tesla masih mempertahankan perbedaan fitur di lini produknya yang lain. Model S dan Model X tetap menyertakan paket FSD sebagai bagian dari konfigurasi wajib bernilai tinggi. Sementara itu, Cybertruck versi termurah hanya di bekali TACC tanpa fitur kemudi otomatis. Dengan pendekatan ini, Tesla tampaknya menyesuaikan fitur berdasarkan segmen pasar dan harga kendaraan.

Full Self-Driving Beralih ke Model Langganan

Seiring dengan penghapusan Autopilot lengkap, Tesla juga memperkuat peralihan FSD ke skema langganan. Perusahaan berencana menghentikan opsi pembelian FSD secara permanen dan hanya menyediakan layanan tersebut dalam bentuk langganan bulanan atau tahunan. Tarif langganan FSD di tetapkan sebesar 99 dolar AS per bulan, sementara paket tahunan di banderol sekitar 1.188 dolar AS.

Melalui model ini, Tesla memberi fleksibilitas kepada konsumen untuk mengaktifkan fitur FSD sesuai kebutuhan, tanpa harus membayar biaya besar di awal pembelian kendaraan. Skema ini juga memungkinkan Tesla untuk terus memperbarui perangkat lunak FSD secara berkala, sekaligus mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Pernyataan Pimpinan dan Arah Strategi

Pimpinan Tesla, Elon Musk, telah menyampaikan rencana perubahan ini melalui kanal komunikasi resminya. Ia menegaskan bahwa Tesla akan menghentikan penjualan FSD sebagai produk satu kali dan sepenuhnya mengalihkan layanan tersebut ke sistem langganan.

Keputusan ini mencerminkan keyakinan Tesla terhadap pengembangan teknologi mengemudi otomatis penuh di masa depan. Dengan model langganan, perusahaan berupaya meyakinkan konsumen bahwa peningkatan kemampuan FSD akan terus berlanjut hingga mencapai tingkat otomasi yang lebih tinggi.

Implikasi bagi Konsumen dan Industri

Bagi konsumen, perubahan ini menghadirkan di lema sekaligus peluang. Di satu sisi, hilangnya Autosteer sebagai fitur standar mengurangi nilai fitur bawaan pada Model 3 dan Model Y. Namun di sisi lain, skema langganan memungkinkan pengguna mengakses teknologi canggih tanpa investasi awal yang besar.

Dari sudut pandang industri, langkah Tesla berpotensi memengaruhi strategi produsen kendaraan listrik lain. Model pendapatan berbasis perangkat lunak dan langganan diperkirakan akan semakin umum seiring meningkatnya peran fitur digital dalam kendaraan modern.

Perubahan strategi Autopilot Tesla menandai fase baru dalam evolusi fitur bantuan mengemudi. Dengan menyederhanakan fitur standar dan mendorong penggunaan layanan langganan FSD, Tesla berupaya membangun ekosistem kendaraan berbasis perangkat lunak yang berkelanjutan. Ke depan, kebijakan ini tidak hanya memengaruhi pengalaman pengguna Tesla, tetapi juga dapat membentuk arah perkembangan teknologi otomotif global.