Arsenal  – kekalahan Arsenal dari Manchester United di Emirates Stadium memicu beragam analisis dari pengamat sepak bola. Salah satu sorotan datang dari Arsene Wenger, mantan manajer Arsenal yang dikenal memiliki pandangan tajam terhadap aspek taktik dan struktur permainan. Wenger menilai laga tersebut memperlihatkan perbedaan pendekatan yang jelas antara kedua tim, terutama dalam cara membangun serangan dan mengelola tekanan pertandingan.

Dalam pertandingan yang menghasilkan lima gol tersebut, Arsenal harus mengakui keunggulan Manchester United. Meskipun sempat unggul lebih dahulu, Arsenal gagal mempertahankan konsistensi permainan hingga akhir laga. Manchester United justru menunjukkan efektivitas tinggi, terutama pada momen krusial menjelang pertandingan berakhir.

Struktur Permainan Manchester United yang Lebih Matang

Wenger memberikan apresiasi khusus kepada Michael Carrick yang tengah menjalani periode awal sebagai pelatih kepala Manchester United. Dalam waktu singkat, Carrick mampu membawa perubahan signifikan terhadap keseimbangan permainan timnya. Manchester United tampil lebih terorganisasi, baik saat bertahan maupun ketika melakukan transisi menyerang.

Menurut Wenger, gol-gol yang diciptakan Manchester United mencerminkan struktur permainan yang rapi serta kohesi antarlini yang kuat. Gol penentu kemenangan melalui tembakan jarak jauh Matheus Cunha menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri tim dalam memanfaatkan ruang. Kemenangan tersebut juga memperpanjang tren positif United setelah sebelumnya menaklukkan Manchester City, hasil yang semakin menegaskan efektivitas pendekatan Carrick.

Arsene Wenger memberikan analisis usai laga Arsenal vs Manchester United

Reaksi gelandang Arsenal, Mikel Merino (kiri), dan bek Inggris Arsenal, Ben White (kanan), saat penyerang Manchester United, Matheus Cunha (tengah) merayakan gol ketiga timnya pada menit ke-87 dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Minggu (25/1/2026).

Ketergantungan Arsenal pada Situasi Bola Mati

Di sisi lain, Wenger menyoroti performa Arsenal yang dinilainya terlalu bergantung pada duel fisik dan situasi bola mati. Ia menilai Arsenal kurang menunjukkan kesabaran dalam membangun serangan melalui kombinasi umpan yang terstruktur. Gol kedua Arsenal, menurut Wenger, lahir dari situasi sepak pojok yang menonjolkan kekuatan fisik, bukan hasil dari alur permainan terbuka yang matang.

Wenger menekankan bahwa kebobolan tiga gol di kandang sendiri merupakan indikasi adanya masalah mendasar. Ia berpendapat bahwa tim dengan ambisi juara harus mampu mengendalikan pertandingan melalui penguasaan bola, disiplin posisi, dan ketenangan dalam mengambil keputusan. Ketika aspek tersebut tidak berjalan optimal, tekanan akan mudah berbalik merugikan tim tuan rumah.

Lini Pertahanan Arsenal di Bawah Tekanan

Sorotan lain yang disampaikan Wenger tertuju pada performa lini belakang Arsenal. Ia mengamati adanya kegugupan yang jarang terlihat sebelumnya, khususnya pada posisi bek tengah. Menurutnya, para pemain belakang Arsenal tampak kurang dominan dalam duel dan tidak seefektif biasanya dalam membaca pergerakan lawan.

Kondisi ini, menurut Wenger, turut di pengaruhi oleh intensitas permainan Manchester United yang mampu memaksa Arsenal kehilangan bentuk permainan. Ketika struktur bertahan tidak solid, risiko kebobolan meningkat, terlebih menghadapi tim yang mampu memanfaatkan celah dengan cepat dan presisi.

Dampak Kekalahan terhadap Persaingan Papan Atas

Kekalahan ini membawa implikasi besar terhadap persaingan di papan atas klasemen Liga Inggris. Arsenal kini hanya meraih dua poin dari tiga pertandingan terakhir, situasi yang membuat keunggulan mereka di puncak klasemen semakin menipis. Di sisi lain, Manchester City dan Aston Villa terus menjaga jarak poin yang relatif dekat.

Persaingan gelar pun menjadi semakin terbuka. Tekanan meningkat bagi Arsenal, terutama dengan jadwal pertemuan melawan tim asuhan Pep Guardiola yang masih menanti. Wenger menilai periode ini akan menjadi ujian mental dan taktik bagi Arsenal, yang dalam beberapa musim terakhir kerap finis sebagai runner-up.

Tantangan Mental dan Taktis Arsenal ke Depan

Wenger menegaskan bahwa Arsenal masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Namun, ia menilai tim perlu menemukan kembali keseimbangan antara kekuatan fisik dan kecerdasan taktik. Arsenal harus mampu mengontrol ritme permainan, bukan hanya mengandalkan situasi bola mati atau intensitas duel.

Dalam pandangan Wenger, konsistensi menjadi kunci utama. Arsenal perlu menjaga stabilitas performa, terutama dalam laga-laga besar yang menentukan arah perburuan gelar. Tanpa perbaikan di aspek tersebut, tekanan dari pesaing akan terus meningkat seiring berjalannya musim.

Kesimpulan

Analisis Arsene Wenger atas kekalahan Arsenal dari Manchester United menyoroti perbedaan pendekatan taktik dan kesiapan mental kedua tim. Manchester United tampil lebih efektif dengan struktur permainan yang solid di bawah Michael Carrick, sementara Arsenal menunjukkan ketergantungan berlebih pada situasi bola mati. Kekalahan ini tidak hanya berdampak pada hasil pertandingan, tetapi juga memperketat persaingan di papan atas Liga Inggris, sekaligus menambah tekanan bagi Arsenal dalam upaya mengakhiri penantian gelar juara.