Bek Lisandro Martínez – menunjukkan performa luar biasa ketika Manchester United menundukkan Manchester City dengan skor 2-0 pada lanjutan Liga Inggris akhir pekan lalu. Dalam pertandingan bertajuk Derby Manchester tersebut, Martinez tampil dominan dan mengontrol lini pertahanan dengan di siplin tinggi.

Sejak menit awal, Martinez mengambil inisiatif menjaga area sentral pertahanan. Ia aktif memotong alur serangan, menutup ruang tembak, serta memimpin koordinasi lini belakang. Berkat pendekatan agresif dan terukur tersebut, Manchester United mampu membatasi ruang gerak lawan sepanjang laga.

Lisandro Martinez tampil solid saat Manchester United melawan Manchester City

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, membuat Erling Haaland tak berkutik saat timnya menang 2-0 atas Manchester City pada laga pekan ke-22 Premier League musim ini di Old Trafford, Sabtu (17/01/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Keraguan Pra-Laga Jadi Sorotan Publik

Sebelum pertandingan berlangsung, sejumlah pihak mempertanyakan kemampuan Martinez dalam menghadapi Erling Haaland. Dua mantan gelandang Manchester United, Nicky Butt dan Paul Scholes, menyampaikan pandangan bahwa Martinez berpotensi kesulitan menghadapi keunggulan fisik Haaland.

Komentar tersebut menyebar luas dan memicu diskusi di kalangan penggemar. Banyak pihak menilai duel antara Martinez dan Haaland sebagai kunci utama hasil pertandingan. Namun, Martinez memilih merespons keraguan tersebut dengan pendekatan profesional dan fokus pada persiapan laga.

Dominasi Martinez Redam Ancaman Haaland

Ketika pertandingan di mulai, Martinez langsung menunjukkan intensitas tinggi. Ia aktif menempel Haaland, memotong jalur umpan, serta memenangkan duel penting di area berbahaya. Setiap kali Haaland mencoba mencari ruang, Martinez dengan cepat menutup pergerakan tersebut.

Pendekatan ini membuat Manchester City kesulitan membangun serangan efektif. Haaland jarang menerima bola dalam posisi ideal dan sering kehilangan momentum. Tekanan konstan dari Martinez memaksa City mengubah pola serangan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil signifikan.

Pada akhirnya, pelatih Manchester City menarik Haaland keluar sebelum laga usai. Keputusan ini semakin menegaskan keberhasilan Martinez dalam menjalankan tugas defensifnya secara maksimal.

Mentalitas Tangguh Jadi Kunci Performa

Usai pertandingan, Lisandro Martinez memberikan respons terbuka terkait komentar sebelum laga. Ia mengakui bahwa pandangan tersebut justru memacunya untuk tampil lebih fokus dan disiplin. Martinez menegaskan bahwa dirinya selalu mengutamakan kontribusi nyata di lapangan.

Ia memilih menjawab keraguan melalui kerja keras dan konsistensi permainan. Menurutnya, sepak bola menuntut pembuktian langsung, bukan perdebatan panjang di luar lapangan. Sikap ini mencerminkan mentalitas profesional yang kuat dan rasa tanggung jawab terhadap tim.

Martinez juga menyoroti kebiasaan sebagian pihak yang menyampaikan kritik melalui media. Ia menilai komunikasi langsung jauh lebih bermakna dibandingkan komentar publik yang tidak disertai dialog terbuka. Pernyataan tersebut ia sampaikan dengan tegas namun tetap terkendali.

Tanggapan Nicky Butt dan Klarifikasi Publik

Komentar Martinez kemudian mendapat tanggapan dari Nicky Butt. Mantan pemain Manchester United itu menjelaskan bahwa pernyataannya sebelum laga hanya bersifat kiasan. Ia mengaku ingin menggambarkan tantangan besar yang akan dihadapi Martinez, bukan meremehkan kemampuannya.

Butt juga mengapresiasi performa Martinez dalam laga tersebut. Ia mengakui bahwa sang bek menunjukkan kualitas tinggi dan mental kuat dalam menghadapi tekanan besar. Klarifikasi ini meredakan polemik yang sempat berkembang di ruang publik.

Bukti Kepemimpinan di Lini Pertahanan United

Penampilan Lisandro Martinez dalam Derby Manchester menunjukkan pentingnya kepemimpinan di lini belakang. Ia tidak hanya menjalankan tugas defensif, tetapi juga mengarahkan rekan setim dan menjaga konsentrasi tim sepanjang pertandingan.

Kemenangan atas Manchester City memberikan dorongan moral besar bagi Manchester United. Di sisi lain, performa Martinez memperkuat posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam skuad. Konsistensi dan keberanian yang ia tunjukkan membuka peluang besar bagi United untuk bersaing di level tertinggi Liga Inggris.

Melalui penampilan tersebut, Martinez membuktikan bahwa kualitas seorang bek tidak hanya ditentukan oleh postur fisik, tetapi juga oleh kecerdasan membaca permainan, keberanian mengambil keputusan, dan ketangguhan mental dalam situasi krusial.