China – mengambil langkah strategis dalam mengelola pertumbuhan kendaraan listrik dengan memperketat regulasi daur ulang baterai bekas. Pemerintah menetapkan kebijakan baru yang mengatur pengelolaan, pemanfaatan, serta pengawasan baterai kendaraan listrik yang telah melewati masa pakai. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara ekspansi industri kendaraan listrik dan perlindungan lingkungan.
Melalui regulasi tersebut, China ingin memastikan baterai bekas tidak beredar secara bebas tanpa pengawasan. Pemerintah menilai pengendalian arus baterai bekas sebagai aspek penting dalam mencegah pencemaran lingkungan, risiko keselamatan, serta praktik daur ulang yang tidak bertanggung jawab.

Baterai EV CATL (Carnewschina/CATL)
Regulasi Baru Menjawab Kelemahan Sistem Sebelumnya
Sebelum kebijakan ini diterapkan, sistem daur ulang baterai di China menghadapi berbagai kendala. Keterbatasan fasilitas daur ulang, tingginya biaya pembongkaran, serta risiko kebakaran menjadi tantangan utama. Selain itu, desain baterai yang beragam menyulitkan proses pelepasan dan pemrosesan ulang.
Pemerintah memandang kondisi tersebut sebagai ancaman jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya jumlah kendaraan listrik di jalan raya. Oleh karena itu, otoritas China memilih pendekatan regulatif yang lebih ketat dan terstruktur guna memperbaiki sistem secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari kebijakan ini, pemerintah mewajibkan proses pembongkaran baterai dilakukan dengan standar keselamatan yang jelas. Aturan baru juga mengharuskan baterai tetap terpasang di kendaraan hingga tahap pembongkaran resmi guna mencegah penanganan ilegal.
Standarisasi Nasional untuk Daur Ulang Baterai
Untuk mendukung implementasi regulasi, Administrasi Pengawasan Pasar bersama Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China membentuk komite teknis nasional. Komite ini bertugas menyusun standar teknis yang menjadi acuan dalam proses daur ulang baterai kendaraan listrik.
Regulator kemudian menetapkan standar tersebut sebagai pedoman nasional. Standar ini mencakup aspek keselamatan, metode pembongkaran, serta prosedur pengolahan limbah baterai. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menciptakan sistem daur ulang yang seragam di seluruh wilayah China.
Standarisasi juga membantu pelaku industri menekan biaya operasional karena proses pembongkaran dan pemrosesan menjadi lebih efisien dan terprediksi.
Sistem Pelacakan Baterai Sepanjang Siklus Hidup
Salah satu inovasi penting dalam kebijakan baru ini adalah pembangunan platform informasi nasional untuk pelacakan baterai kendaraan listrik. Melalui platform tersebut, pemerintah mencatat seluruh perjalanan baterai sejak tahap produksi hingga akhir masa pakainya.
Sistem ini mencakup proses produksi, penjualan, perbaikan, penggantian, pembongkaran, daur ulang, serta pemanfaatan lanjutan. Dengan mekanisme pelacakan ini, pemerintah dapat memantau pergerakan baterai secara menyeluruh dan mencegah praktik daur ulang ilegal.
Selain meningkatkan pengawasan, sistem ini juga membantu produsen dan importir memenuhi kewajiban daur ulang secara transparan dan terukur.
Produsen dan Importir Memikul Tanggung Jawab Langsung
Regulasi baru menempatkan produsen dan importir baterai sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas daur ulang baterai bekas. Pemerintah mewajibkan mereka menggunakan material yang mudah didaur ulang sejak tahap produksi.
Setiap baterai harus memiliki identitas yang sesuai dengan standar nasional agar mudah ditelusuri dalam sistem pelacakan. Selain itu, produsen dan importir wajib menyerahkan dokumen teknis terkait pembongkaran dan pelepasan baterai dalam jangka waktu tertentu setelah sertifikasi produk.
Pemerintah juga mengharuskan mereka membangun stasiun layanan daur ulang di wilayah pemasaran. Melalui stasiun ini, produsen dan importir harus menerima seluruh baterai bekas yang memenuhi kriteria daur ulang serta memperbarui informasi kontak layanan secara berkala.
Lonjakan Limbah Baterai Dorong Penguatan Industri Daur Ulang
Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, China memperkirakan volume baterai bekas akan terus bertambah. Lembaga penelitian otomotif memproyeksikan jumlah limbah baterai mencapai sekitar satu juta ton pada 2030.
Saat ini, industri daur ulang baterai di China telah berkembang dengan kehadiran sejumlah pemain besar. Salah satu perusahaan terkemuka mengelola ratusan ribu ton baterai bekas setiap tahun. Namun, pemerintah menilai kapasitas tersebut masih perlu di tingkatkan untuk menghadapi lonjakan limbah di masa depan.
Pengembangan industri daur ulang memerlukan investasi besar, teknologi mutakhir, serta pengawasan ketat. Oleh karena itu, regulasi baru ini di rancang untuk menciptakan iklim usaha yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Fondasi Ekosistem Kendaraan Listrik Berkelanjutan
Melalui kebijakan daur ulang baterai yang lebih ketat, China berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan. Regulasi ini tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga memperkuat stabilitas rantai pasok industri baterai.
Dengan pembagian tanggung jawab yang jelas dan sistem pelacakan terpadu, pemerintah ingin memastikan transisi menuju energi bersih tidak menciptakan masalah lingkungan baru. Langkah ini juga berpotensi menjadi referensi global bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan limbah baterai.
Ke depan, penerapan regulasi ini di harapkan mampu menyeimbangkan pertumbuhan industri kendaraan listrik dengan prinsip keberlanjutan dan keselamatan lingkungan.