Nama Janice Tjen – mencuri perhatian jelang bergulirnya Australian Open 2026. Petenis putri Indonesia tersebut masuk dalam daftar rising stars, sebutan bagi atlet muda yang menunjukkan performa menjanjikan dan berpotensi memberi kejutan di level tertinggi. Pengakuan ini menandai langkah penting dalam perjalanan karier Janice di pentas tenis dunia.
Australian Open 2026 berlangsung di Melbourne Park sejak 18 Januari hingga 1 Februari. Turnamen Grand Slam pembuka musim ini selalu menjadi tolok ukur awal performa petenis dunia. Di tengah persaingan ketat, kehadiran Janice membawa harapan baru bagi tenis Indonesia di kancah internasional.

Janice Tjen masuk ke dalam rising stars Australia Open 2026. (Getty Images via AFP/MATTHEW STOCKMAN)
Debut Menantang di Babak Pertama
Janice Tjen dijadwalkan menjalani pertandingan babak pertama pada Selasa, 20 Januari 2026. Pada laga pembuka tersebut, ia langsung menghadapi tantangan besar dengan bertemu unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Janice untuk mengukur kesiapan mental dan teknisnya di level Grand Slam.
Meski menghadapi lawan berpengalaman, Janice membawa modal kepercayaan diri tinggi. Status sebagai rising star tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian prestasi yang konsisten sepanjang musim sebelumnya. Oleh karena itu, duel ini dipandang bukan sekadar laga debut, tetapi juga kesempatan menunjukkan kapasitasnya di hadapan publik dunia.
Prestasi Konsisten Sepanjang 2025
Perjalanan Janice menuju Australia Open 2026 terbangun dari performa solid sepanjang 2025. Pada Oktober 2025, petenis kelahiran Jakarta tersebut meraih gelar juara tunggal putri di Chennai Open. Kemenangan ini menjadi tonggak penting yang memperkuat posisinya di level internasional, sekaligus menunjukkan kematangannya dalam mengelola pertandingan.
Selain sukses di nomor tunggal, Janice juga mencatatkan prestasi di sektor ganda. Sepanjang 2025, ia mengoleksi dua gelar juara ganda putri. Konsistensi di dua sektor ini menegaskan fleksibilitas permainan Janice, yang mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan pasangan di lapangan.
Rangkaian prestasi tersebut membangun fondasi kuat menuju debut Grand Slam. Dengan pengalaman bertanding yang semakin kaya, Janice memasuki Australia Open 2026 dengan kesiapan yang lebih matang, baik secara teknis maupun mental.
Kontribusi di Ajang Multievent Regional
Selain berkiprah di turnamen internasional, Janice juga menunjukkan kontribusi besar di level regional. Pada SEA Games 2025, ia sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di nomor beregu putri dan ganda putri. Capaian ini memperkuat reputasinya sebagai salah satu petenis putri terbaik di Asia Tenggara.
Prestasi di SEA Games tidak hanya membawa kebanggaan nasional, tetapi juga mengasah mental bertanding Janice dalam tekanan kompetisi beregu. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga saat ia tampil di turnamen besar seperti Australia Open, yang menuntut ketahanan fisik dan mental dalam waktu singkat.
Harapan Baru bagi Tenis Indonesia
Masuknya Janice Tjen dalam daftar rising stars Australia Open 2026 membawa makna strategis bagi tenis Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran atlet Indonesia di turnamen Grand Slam terbilang terbatas. Oleh sebab itu, langkah Janice menjadi simbol kebangkitan sekaligus harapan baru bagi perkembangan tenis nasional.
Australia Open 2026 memberikan panggung ideal bagi Janice untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan peringkat dunia. Terlepas dari hasil akhir, partisipasi di ajang ini sudah menjadi pencapaian tersendiri. Namun, dengan modal prestasi yang dimiliki, Janice berpeluang menghadirkan kejutan dan memperpanjang langkahnya di Melbourne.
Langkah Awal Menuju Peta Tenis Dunia
Debut Janice Tjen di Australia Open 2026 menandai fase baru dalam karier profesionalnya. Melalui konsistensi prestasi, pengalaman internasional, dan pengakuan sebagai rising star, ia menunjukkan kesiapan untuk bersaing di level tertinggi.
Ke depan, performa Janice di Melbourne Park akan menjadi barometer penting untuk menilai potensinya sepanjang musim 2026. Dengan dukungan federasi dan publik Indonesia, Janice membawa harapan besar untuk terus mengukir prestasi dan memperkuat posisi Indonesia di peta tenis dunia.