Banjir – kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Curah hujan tinggi yang turun sejak pagi hingga sore hari memicu luapan air di beberapa kecamatan. Tiga wilayah yang terdampak paling signifikan meliputi Kecamatan Ciwandan, Jombang, dan Cibeber. Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya sistem pengendalian banjir serta perlunya penanganan menyeluruh yang berkelanjutan.

Banjir kembali merendam Kota Cilegon, Banten
Kecamatan Cibeber Alami Dampak Terparah
Wilayah Sambirata di Kecamatan Cibeber mencatat dampak banjir paling parah. Ketinggian air mencapai kisaran 1,2 meter hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh total dan mengancam keselamatan masyarakat. Air bahkan mencapai leher orang dewasa sehingga warga tidak dapat bertahan di rumah masing-masing.
Petugas gabungan segera melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Tim menggunakan perahu karet untuk memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman. Sebanyak 185 kepala keluarga meninggalkan rumah sejak Minggu sore, 11 Januari 2026. Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari demi memastikan tidak ada warga yang tertinggal.
Pemerintah Kota Tinjau Langsung Lokasi Banjir
Wali Kota Cilegon, Robinsar, bersama jajaran pimpinan daerah, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi banjir. Kehadiran unsur pemerintah, kepolisian, dan TNI bertujuan memastikan proses evakuasi berjalan lancar serta kebutuhan warga terpenuhi.
Pemerintah kota menilai banjir di Kecamatan Cibeber muncul akibat jebolnya tanggul yang selama ini menahan aliran air. Selain itu, sedimentasi yang menumpuk di saluran air mengurangi kapasitas tampung, sehingga air hujan langsung meluap ke permukiman warga.
Penanganan Darurat dan Langkah Teknis Pemerintah
Pemerintah Kota Cilegon segera menyiapkan langkah teknis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tim menurunkan alat berat dan dump truck untuk mengangkat sedimen dari saluran air. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir susulan.
Selain itu, pemerintah mencatat seluruh titik tanggul yang mengalami kerusakan. Perbaikan tanggul menjadi prioritas agar banjir tidak kembali mengancam wilayah permukiman. Pemerintah menargetkan pengerjaan perbaikan dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir jangka menengah.
Pentingnya Pemetaan Wilayah Rawan Bencana
Peristiwa banjir ini mendorong perlunya pemetaan wilayah rawan bencana secara menyeluruh di Kota Cilegon. Pemetaan yang akurat membantu pemerintah menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat risiko di setiap wilayah. Dengan data yang jelas, pemerintah dapat menyusun program penanganan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menekankan pentingnya sistem clustering wilayah banjir. Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan titik-titik banjir dengan kategori berat agar tidak terus menjadi wilayah langganan banjir pada tahun-tahun mendatang.
Pemetaan Bencana untuk Perlindungan Masyarakat
Pemetaan wilayah rawan bencana juga berperan penting dalam penanganan kedaruratan. Pemerintah dapat menyiapkan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, serta dapur umum berdasarkan data yang tersedia. Dengan pendekatan ini, masyarakat terdampak memperoleh perlindungan yang lebih cepat dan terorganisasi.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi dan penyaluran bantuan berlangsung. Koordinasi antara warga dan pemerintah menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan optimal.
Layanan Darurat BPBD Kota Cilegon Siaga 24 Jam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon terus meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kebencanaan seperti banjir, longsor, rumah rubuh, atau pohon tumbang dapat menghubungi layanan BPBD selama 24 jam. Layanan ini bertujuan mempercepat respon dan meminimalkan risiko bagi warga.
Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, Kota Cilegon diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi bencana. Penanganan yang konsisten dan berbasis data akan membantu mengurangi dampak banjir di masa mendatang serta meningkatkan keselamatan masyarakat secara menyeluruh.