Persatuan Tarung Campuran Indonesia – (PB Pertacami) menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi agenda olahraga internasional tahun 2026. Oleh karena itu, organisasi ini menyiapkan 11 atlet Mixed Martial Arts terbaik untuk mengikuti 3rd AMMA Championships 2026 di Luzhou, China. Kejuaraan ini berfungsi sebagai ajang kualifikasi resmi menuju Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang, yang akan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Dengan mengikuti kejuaraan ini, PB Pertacami menegaskan arah pembinaan MMA nasional. Selain itu, ajang ini menjadi tolok ukur kesiapan atlet Indonesia dalam menghadapi persaingan tingkat Asia. Proses seleksi atlet berlangsung melalui evaluasi teknis, kesiapan fisik, serta pengalaman bertanding internasional. Dengan pendekatan tersebut, PB Pertacami memastikan hanya atlet terbaik yang membawa nama Indonesia.

Kontingen PB Pertacami yang terdiri dari tim pelatih, atlet, ofisial, dan wasit melakukan foto bersama para pengurus sebelum keberangkatan ke Luzhou, China, Selasa (6/1/2026). Foto: Pertacami
Asian Games sebagai Momentum Perkembangan MMA Asia
Masuknya Mixed Martial Arts ke dalam Asian Games menghadirkan perubahan besar dalam peta olahraga Asia. Sebelumnya, MMA hanya berkembang melalui kejuaraan independen. Kini, Asian Games memberikan legitimasi penuh terhadap MMA sebagai cabang olahraga kompetitif yang terstruktur.
Lebih jauh, Asian Games menerapkan standar tinggi dalam aspek regulasi, teknis pertandingan, dan pembinaan atlet. Oleh sebab itu, keikutsertaan MMA dalam multievent ini mendorong peningkatan kualitas atlet dan federasi. Dalam konteks ini, PB Pertacami memandang Asian Games 2026 sebagai ruang pembuktian kesiapan MMA Indonesia di tingkat Asia.
Komposisi Delegasi dan Tim Pendukung Nasional
Dalam menghadapi kejuaraan tersebut, PB Pertacami menunjuk Sekretaris Jenderal Ir. Rafiq Hakim Radinal sebagai pimpinan delegasi Indonesia. Selanjutnya, Marcos De Mello Machiado dan Muhammad Fadli bertugas sebagai pelatih nasional. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan atlet tarung. Pada saat yang sama, PB Pertacami menugaskan Agung Maulana sebagai wasit internasional.
Ketua Umum PB Pertacami sekaligus Presiden GAMMA, Tommy Paulus Hermawan, menjelaskan bahwa organisasi ini menerapkan sistem seleksi menyeluruh. Pertama, tim pelatih menilai kemampuan teknik setiap atlet. Kemudian, tim mengevaluasi kondisi fisik dan daya tahan. Setelah itu, tim mempertimbangkan rekam jejak pertandingan internasional. Melalui tahapan tersebut, PB Pertacami memastikan kesiapan atlet menghadapi level kompetisi Asia.
Program Pemusatan Latihan Nasional Berbasis Sport Science
Sejak awal tahun 2025, PB Pertacami menjalankan pemusatan latihan nasional di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Dalam program ini, PB Pertacami menerapkan pendekatan sport science secara terukur. Atlet menjalani latihan teknik secara intens. Di sisi lain, atlet juga meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan fisik.
Selain penguatan fisik, tim pelatih memberikan perhatian khusus pada aspek mental. Dengan demikian, atlet mampu menjaga fokus dan stabilitas emosi saat bertanding. Secara berkelanjutan, program pelatnas ini berjalan untuk memastikan performa atlet tetap berada pada level optimal menjelang pertandingan internasional.
Pendampingan Nutrisi untuk Menjaga Performa Atlet
Untuk mendukung kesiapan atlet, PB Pertacami membentuk tim dokter nutrisi. Tim ini menyusun pola asupan gizi sesuai kebutuhan masing-masing atlet. Oleh karena itu, setiap atlet menerima pengaturan nutrisi berdasarkan kelas berat badan dan intensitas latihan.
Lebih lanjut, tim medis memantau kondisi kesehatan atlet secara berkala. Dengan pengawasan tersebut, atlet mampu menjaga stamina, kekuatan otot, serta komposisi tubuh ideal. Pada akhirnya, pendekatan nutrisi ini berperan penting dalam menjaga konsistensi performa atlet selama masa persiapan.
Target Kualifikasi Berdasarkan Prestasi SEA Games 2025
PB Pertacami menetapkan target kelolosan atlet dalam jumlah maksimal pada kualifikasi Asian Games 2026. Keyakinan ini muncul karena capaian MMA Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Pada ajang tersebut, Indonesia mengirim enam atlet. Seluruh atlet berhasil meraih medali.
Secara rinci, Indonesia meraih satu medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu. Dengan hasil tersebut, PB Pertacami menilai sistem pembinaan yang berjalan telah menunjukkan efektivitas tinggi. Oleh sebab itu, organisasi ini optimistis terhadap peluang atlet MMA Indonesia di level Asia.
Tommy Paulus Hermawan menegaskan kepercayaan terhadap kerja keras atlet nasional. Dengan persiapan yang terstruktur, atlet menunjukkan kesiapan fisik dan mental. Pada akhirnya, dukungan masyarakat Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan MMA nasional menuju panggung Asia.
Daftar 11 Atlet MMA Indonesia
Traditional MMA
-
Alfiandi – 60 kg
-
Eugene Darrien Djubair – 65 kg
-
Delvi Nurfadilah – 49 kg
-
Dwi Ani Retno Wulan – 54 kg
-
Yusni Nurhayati Hutasoit – 60 kg
Modern MMA
-
Riswan Efendi Hutabalian – 56 kg
-
Jon Setiawan Saragih – 60 kg
-
Albert – 65 kg
-
Novia Pesik – 49 kg
-
Vallensia Fahira Hotmauli – 54 kg
-
Maydelse Sitepu – 60 kg