Akira Back Jakarta memperluas kehadirannya di ibu kota dengan membuka restoran baru di lantai 100 Autograph Tower, kawasan Thamrin Nine. Lokasi yang mulai beroperasi pada 22 Agustus 2026 tersebut membawa konsep bersantap premium dengan pemandangan Jakarta dari ketinggian.

Pembukaan lokasi ini sekaligus menandai kembalinya Chef Akira Back ke Jakarta. Restoran yang berada di bawah naungan Adhya Group itu menawarkan pendekatan kuliner yang mempertemukan teknik masakan Jepang kontemporer dengan pengaruh Korea.

Selain menu, lokasi menjadi salah satu unsur utama yang membentuk pengalaman bersantap. Posisi restoran di lantai 100 Autograph Tower memungkinkan tamu menikmati panorama perkotaan sembari menyantap berbagai kreasi khas Akira Back.

Chef Akira Back memandang Jakarta sebagai kota yang memiliki arti khusus dalam perjalanan bisnisnya. Menurutnya, kesempatan kembali ke ibu kota sekaligus menghadirkan restorannya di salah satu titik tertinggi kota menjadi momen penting bagi pengembangan Akira Back.

Konsep Bersantap yang Mengutamakan Suasana Personal

Lokasi terbaru Akira Back mengangkat filosofi “Celebrate Life”. Konsep tersebut menempatkan restoran bukan hanya sebagai tempat menikmati makanan, tetapi juga sebagai ruang bagi tamu yang ingin merayakan berbagai kesempatan bersama orang terdekat.

Pengelola membatasi kapasitas restoran untuk mempertahankan atmosfer yang lebih personal. Secara keseluruhan, tempat ini mampu menampung 60 orang.

Ruang makan utama menyediakan 52 kursi. Sementara itu, tamu yang membutuhkan area lebih privat dapat menggunakan satu ruangan khusus dengan kapasitas maksimal delapan orang.

Komposisi tersebut membuat restoran tidak mengandalkan jumlah kursi yang besar. Sebaliknya, Akira Back Jakarta menitikberatkan pengalaman makan yang lebih dekat dan eksklusif. Panorama Jakarta yang terlihat dari ketinggian turut menjadi bagian dari karakter lokasi barunya.

Kombinasi antara ruang bersantap, kapasitas terbatas, serta posisi restoran di Autograph Tower kemudian memperkuat pendekatan fine dining yang ingin ditawarkan kepada pengunjung.

Cita Rasa Jepang dan Korea Bertemu dalam Satu Menu

Daya tarik Akira Back Jakarta juga terletak pada identitas kulinernya. Chef Akira Back menggabungkan teknik memasak Jepang dengan unsur rasa yang terinspirasi dari Korea, sehingga menghasilkan menu kontemporer dengan karakter tersendiri.

Salah satu menu yang menjadi andalan ialah AB tuna pizza. Kreasi ini menggunakan dasar adonan tipis bertekstur renyah, kemudian memadukannya dengan tuna, umami aioli, micro shiso, dan white truffle oil.

Restoran tersebut juga menawarkan 48 hour short rib. Sesuai namanya, proses pembuatan hidangan ini menempatkan durasi memasak, ketepatan teknik, dan presisi sebagai bagian penting dalam menghasilkan sajian.

Sementara untuk hidangan penutup, Akira Back menghadirkan truffle ice cream pizza. Menu tersebut membawa konsep pizza ke arah berbeda dengan mengolahnya menjadi sajian bercita rasa manis.

Ketiga hidangan itu memperlihatkan bagaimana restoran membangun identitasnya melalui kombinasi teknik, bahan, serta pengaruh dua tradisi kuliner Asia. Pendekatan tersebut juga memiliki kaitan dengan latar belakang pribadi Chef Akira Back.

Akira Back Jakarta

Restoran Akira Back buka cabang baru di lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta.

Perjalanan Chef Akira Back dari Olahraga ke Dunia Kuliner

Karier Akira Back memiliki perjalanan yang tidak sepenuhnya berawal dari dapur profesional. Sebelum menekuni bidang kuliner, ia pernah menjalani karier sebagai atlet snowboard profesional.

Chef yang lahir di Korea tersebut kemudian mengembangkan kariernya di Amerika Serikat. Latar belakang Korea serta perjalanan profesionalnya turut membentuk pendekatan yang kemudian ia terapkan dalam berbagai kreasi makanan.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya terjadi pada 2008. Saat itu, Akira Back membuka Yellowtail di Bellagio, Las Vegas. Perkembangan kariernya kemudian membawa nama Akira Back ke berbagai negara dan memperoleh pengakuan Michelin.

Perpaduan pengalaman internasional dengan akar kuliner Korea menjadi bagian penting dari karakter menu restorannya. Pada saat yang sama, teknik Jepang menjadi elemen yang terus muncul dalam sajian yang ia kembangkan.

Karakter tersebut kini kembali hadir melalui Akira Back Jakarta di Autograph Tower.

Jakarta Menjadi Bagian dari Ekspansi Jangka Panjang

Hubungan Akira Back dengan pasar Jakarta sebenarnya sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Restoran Akira Back pertama kali memasuki Jakarta pada 2014.

Kehadiran lokasi terbaru pada 2026 memperpanjang perjalanan tersebut. Alih-alih hanya menambah tempat bersantap, ekspansi ke Autograph Tower menunjukkan upaya memperkuat posisi Akira Back dalam segmen hospitality premium di Jakarta.

Business Director Akira Back sekaligus Chief Strategic Officer Adhya Group, Irawan Sukma Nugraha, menjelaskan bahwa pengembangan Akira Back Jakarta berangkat dari kepercayaan perusahaan terhadap pasar ibu kota. Ia menilai masyarakat Indonesia menunjukkan minat terhadap pengalaman hospitality bertaraf internasional.

Menurut Irawan, perusahaan memandang ekspansi tersebut sebagai investasi untuk jangka panjang. Strateginya tidak berhenti pada pembukaan sebuah restoran, tetapi juga mencakup upaya membangun bisnis yang dapat bertahan dan memenuhi ekspektasi konsumen kuliner.

Dengan demikian, lokasi di lantai 100 Autograph Tower menjadi babak lanjutan perjalanan Akira Back di Indonesia setelah kehadiran pertamanya pada 2014. Restoran tersebut menggabungkan menu berpengaruh Jepang-Korea, kapasitas bersantap yang relatif terbatas, serta panorama Jakarta sebagai bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada tamu.