AEON Kumamoto menjadi perhatian dunia setelah pusat perbelanjaan yang baru selesai menjalani renovasi besar itu runtuh akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang. Bangunan yang sempat dipromosikan sebagai simbol kebangkitan pascabencana tersebut justru mengalami kerusakan paling parah setelah ledakan besar menghancurkan sebagian strukturnya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (28/7/2026). Guncangan kuat lebih dulu memaksa pengelola mengevakuasi seluruh pengunjung dari dalam gedung. Namun, sekitar satu jam setelah proses evakuasi berlangsung, ledakan dahsyat merobohkan sebagian besar bangunan dan menyisakan puing-puing di kawasan pusat perbelanjaan tersebut.

Renovasi Besar Belum Mampu Menghindarkan Bencana

AEON Kumamoto bukan bangunan yang asing dengan bencana gempa. Pada 2016, gempa besar berkekuatan magnitudo 7,3 menghantam wilayah Kumamoto dan menyebabkan mal tersebut mengalami kerusakan berat. Pengelola kemudian menutup operasional dalam waktu lama untuk melakukan pembangunan ulang sekaligus memperkuat struktur gedung.

Selama proses renovasi, pengelola memasang berbagai teknologi penahan gempa. Mereka memperkuat plafon, meningkatkan ketahanan struktur utama, serta memperbarui sejumlah fasilitas keselamatan. Seluruh pembaruan itu bertujuan memberikan perlindungan lebih baik jika gempa kembali terjadi.

Setelah bertahun-tahun menjalani proses pembangunan, AEON Kumamoto akhirnya kembali beroperasi pada 13 Juni 2026. Pembukaan kembali itu bertepatan dengan peringatan 21 tahun berdirinya pusat perbelanjaan tersebut sekaligus satu dekade pemulihan wilayah Kumamoto dari gempa 2016.

Evakuasi Berjalan Cepat Sebelum Ledakan Terjadi

Saat gempa mengguncang kawasan Kumamoto pada Selasa sore, para karyawan segera mengarahkan pengunjung menuju area yang aman. Respons cepat tersebut membantu sekitar 200 orang keluar dari gedung sebelum kondisi bangunan semakin memburuk.

Meski demikian, situasi berubah drastis ketika ledakan besar mengguncang bangunan sekitar satu jam kemudian. Ledakan itu merobohkan dinding, memperlihatkan bagian dalam gedung, dan menyebabkan sebagian struktur ambruk.

Beberapa saksi melaporkan mencium aroma gas di sekitar lokasi sebelum ledakan terjadi. Karena itu, dugaan kebocoran gas menjadi salah satu fokus penyelidikan pihak berwenang. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil investigasi resmi.

AEON Kumamoto

Aeon Mall Kumamoto dengan panel dinding luar yang terlepas, setelah gempa bumi di Kashima pada 28 Juli 2026.

Operasi Penyelamatan Menghadapi Hambatan

Setelah bangunan runtuh, tim penyelamat tidak dapat langsung memasuki area terdampak. Kepolisian Prefektur Kumamoto menyatakan bahwa ancaman gempa susulan membuat kondisi bangunan sangat berbahaya bagi petugas.

Selain itu, struktur gedung yang tidak lagi stabil meningkatkan risiko runtuhan lanjutan. Oleh sebab itu, otoritas memilih menunggu situasi lebih aman sebelum menggelar operasi pencarian secara menyeluruh.

Laporan awal menyebutkan puluhan karyawan masih belum diketahui keberadaannya setelah ledakan. Kondisi tersebut membuat proses pencarian menjadi prioritas utama pemerintah daerah bersama tim penyelamat.

Menjadi Pusat Aktivitas Warga Kumamoto

AEON Kumamoto bukan sekadar tempat berbelanja. Di wilayah Jepang yang lebih kecil, pusat perbelanjaan AEON sering menjadi lokasi berkumpul masyarakat untuk berbelanja, menikmati hiburan, hingga menggelar berbagai kegiatan keluarga.

Peran sosial itu juga terlihat setelah gempa Kumamoto pada 2016. Saat itu, salah satu supermarket di dalam kompleks AEON menjual onigiri dengan harga sangat murah sebagai bentuk dukungan kepada para penyintas bencana.

Karena memiliki fungsi penting bagi masyarakat, pembukaan kembali pusat perbelanjaan tersebut pada Juni 2026 membawa harapan baru bagi warga Kumamoto yang telah berjuang bangkit selama bertahun-tahun.

Simbol Pemulihan yang Berakhir Tragis

Dalam pernyataan resminya saat pembukaan kembali, pengelola menyampaikan bahwa renovasi besar menjadi langkah awal memasuki fase pertumbuhan baru. Mereka berharap AEON Kumamoto dapat kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman dan aman.

Harapan itu sempat terlihat realistis. Kehadiran pabrik semikonduktor TSMC di Kumamoto sejak 2024 meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan. Jumlah pengunjung AEON Kumamoto pun melonjak hingga lebih dari delapan juta orang setiap tahun.

Kompleks tersebut memiliki sekitar 200 toko, bioskop modern, serta area parkir yang mampu menampung sekitar 5.000 kendaraan. Besarnya fasilitas itu menjadikan AEON Kumamoto sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di wilayah tersebut.

Namun, gempa bumi yang kembali melanda Kumamoto mengubah simbol kebangkitan itu menjadi lokasi bencana. Tragedi tersebut memperlihatkan bahwa meskipun Jepang memiliki standar konstruksi tahan gempa yang sangat tinggi, ancaman bencana alam dan risiko lanjutan seperti ledakan akibat dugaan kebocoran gas tetap dapat menimbulkan dampak yang sangat besar.