Wuling Motors bersiap memperluas pilihan kendaraan listriknya di Indonesia dengan menghadirkan Aira EV. Mobil listrik berukuran kompak tersebut di jadwalkan melakukan debut resminya dalam pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.

Walaupun mempunyai konsep yang hampir sama dengan Air EV, kehadiran Aira EV bukan untuk mengambil alih posisi model tersebut. Wuling tetap mempertahankan Air EV sebagai bagian dari lini kendaraan listriknya. Sementara itu, Aira EV di tempatkan sebagai pilihan baru dengan desain, teknologi, dan tingkat kepraktisan yang berbeda.

Menggunakan Konfigurasi Empat Pintu

Perbedaan Wuling Aira EV dan Air EV paling mudah di kenali melalui konfigurasi pintunya. Air EV menggunakan bodi dua pintu, sedangkan Aira EV telah di lengkapi empat pintu.

Perubahan tersebut membuat penumpang dapat memasuki kursi belakang dengan lebih mudah tanpa harus melipat bangku depan. Oleh karena itu, Aira EV berpotensi lebih sesuai untuk konsumen yang membutuhkan mobil harian bagi keluarga kecil.

Selain menghadirkan pintu tambahan, ukuran bodi Aira EV juga sedikit lebih besar. Di mensi tersebut memberikan ruang kabin yang di klaim lebih lega. Meskipun demikian, bentuknya tetap ringkas sehingga mobil ini di perkirakan lincah ketika di gunakan di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan.

Wuling Motors

Wuling Aira EV.

Tuas Transmisi Berpindah ke Kolom Kemudi

Penyegaran berikutnya terlihat pada bagian interior. Kabin Aira EV tetap mengedepankan gaya sederhana dengan jumlah tombol fisik yang terbatas. Namun, pengoperasian transmisinya tidak lagi sama seperti Air EV.

Jika Air EV memakai pengatur transmisi berbentuk putar, Aira EV menggunakan tuas yang di tempatkan di belakang setir. Penempatan tersebut memberikan ruang lebih luas di konsol tengah sekaligus memudahkan pengemudi saat memilih posisi berkendara.

Kemudian, layar hiburannya memiliki bentuk lebih lebar. Aira EV memang tidak menyediakan fitur perintah suara Wuling Indonesian Command atau WIND. Sebagai gantinya, Wuling membekali mobil ini dengan teknologi smartphone interconnection agar ponsel dapat terhubung ke sistem multimedia kendaraan.

Sudah Mendukung DC Fast Charging

Salah satu pembaruan penting Aira EV terdapat pada sistem pengisian baterai. Mobil listrik ini memakai konektor CCS2 yang mendukung pengisian arus bolak-balik atau AC serta pengisian cepat DC.

Sebaliknya, Air EV yang di pasarkan saat ini masih mengandalkan sistem AC charging. Penggunaan CCS2 pada Aira EV telah di sesuaikan dengan infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang berkembang di Indonesia. Dengan demikian, pemilik memiliki pilihan lebih fleksibel ketika mengisi baterai di rumah maupun stasiun pengisian umum.

Jarak Tempuh Mencapai 300 Kilometer

Wuling membenamkan baterai berkapasitas 25,1 kWh pada Aira EV. Dalam kondisi baterai penuh, kendaraan tersebut di klaim mampu menempuh perjalanan sampai 300 kilometer.

Jarak itu di nilai memadai untuk mendukung perjalanan rutin di perkotaan. Selain itu, dukungan pengisian cepat menjadi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan waktu pengisian lebih singkat ketika bepergian.

Harga Ditargetkan di Bawah Rp200 Juta

Daya tarik Aira EV tidak hanya berasal dari fitur dan teknologinya. Wuling juga merencanakan harga jual di bawah Rp200 juta ketika mobil tersebut resmi di perkenalkan di GIIAS 2026.

Apabila target itu terealisasi, Aira EV dapat menjadi salah satu mobil listrik paling terjangkau di pasar nasional. Kombinasi empat pintu, jarak tempuh 300 kilometer, dan DC fast charging membuatnya berpeluang menjadi pesaing kuat dalam segmen mobil listrik perkotaan.