Satuan Pelaksana (Satpel) – Bina Marga Kecamatan Kramat Jati meminta pihak PAM Jaya untuk segera melakukan perbaikan pada kerusakan jalan yang muncul akibat pekerjaan galian pipa di Jalan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur. Permintaan ini muncul setelah kondisi jalan di lokasi tersebut menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar dan pengguna jalan.

Kepala Satpel Bina Marga Kramat Jati, Dudy, menjelaskan bahwa penanganan jalan tersebut masih berada di bawah tanggung jawab PAM Jaya sebagai pelaksana pekerjaan galian. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar proses perbaikan segera di selesaikan sesuai standar pemulihan jalan.

Dudy juga menyampaikan bahwa pekerjaan teknis di lokasi masih berlangsung, termasuk tahap uji tekan atau test HT. Setelah tahap tersebut selesai, pihak terkait akan melanjutkan pemasangan komponen pendukung serta pembangunan bak kontrol sebelum proses perapihan akhir di lakukan.

Menurutnya, koordinasi dengan pihak pelaksana terus di lakukan agar kondisi jalan dapat kembali normal dan aman di gunakan oleh masyarakat.

Keluhan Warga Terkait Kondisi Jalan yang Belum Dipulihkan

Warga di sekitar Jalan Batu Ampar mengeluhkan kondisi jalan yang belum kembali seperti semula setelah proses galian pipa di lakukan. Mereka menilai bekas pekerjaan tersebut belum mendapatkan penanganan lanjutan yang memadai, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah titik jalan menunjukkan permukaan yang tidak rata dengan perbedaan ketinggian yang cukup jelas. Kondisi ini membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari atau saat kondisi jalan padat.

Selain itu, beberapa area bekas galian masih terbuka dan belum tertutup lapisan aspal maupun beton. Material urukan seperti batu juga masih terlihat di permukaan jalan, sehingga menambah risiko tergelincir atau kerusakan pada kendaraan yang melintas.

Penyempitan Jalan Ganggu Arus Lalu Lintas

Bekas galian pipa tersebut juga berdampak pada penyempitan badan jalan. Sebagian ruas jalan tidak dapat di gunakan secara optimal sehingga hanya menyisakan satu lajur untuk kendaraan yang melintas.

Kondisi ini menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Pengendara harus mengurangi kecepatan dan bergantian saat melewati area yang terdampak pekerjaan.

Situasi tersebut juga meningkatkan potensi kemacetan di sekitar lokasi, khususnya karena Jalan Batu Ampar menjadi salah satu akses penghubung penting di kawasan Kramat Jati.

Minimnya Rambu Keselamatan di Lokasi Pekerjaan

Warga juga menyoroti minimnya rambu keselamatan di area bekas galian. Di lokasi hanya terlihat water barrier yang di pasang di beberapa titik untuk menandai area pekerjaan. Namun, belum terdapat rambu peringatan tambahan yang memberikan informasi lebih jelas kepada pengendara.

Ketiadaan rambu yang memadai membuat sebagian pengguna jalan merasa kurang aman saat melintas, terutama pada malam hari ketika visibilitas menurun. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Perbaikan Jalan

Jalan Bekas galian pam yang tak kunjung diperbaiki, warga sekitar khawatir jalan rusak memicu kecelakaan, Sabtu (6/6/2026).

Koordinasi Perbaikan dan Tanggung Jawab Pelaksana Proyek

Satpel Bina Marga Kramat Jati menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah wilayah mendorong agar setiap pekerjaan infrastruktur yang berdampak pada jalan umum segera di ikuti dengan pemulihan kondisi jalan setelah proyek selesai.

Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan infrastruktur publik tetap berfungsi dengan baik. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya standar keselamatan kerja di lapangan, termasuk pemasangan rambu dan pengamanan area proyek.

Harapan Warga terhadap Percepatan Perbaikan Jalan

Masyarakat berharap perbaikan Jalan Batu Ampar dapat segera diselesaikan agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu. Mereka menginginkan kondisi jalan kembali rata, aman, dan nyaman untuk semua pengguna, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Selain itu, warga juga berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek-proyek galian di wilayah permukiman agar kejadian serupa tidak kembali terjadi tanpa penanganan cepat.

Kesimpulan

Kerusakan Jalan Batu Ampar di Kramat Jati akibat galian pipa PAM Jaya memicu perhatian Satpel Bina Marga dan keluhan warga. Pemerintah daerah meminta percepatan perbaikan, sementara proses teknis di lapangan masih berjalan.

Kondisi jalan yang tidak rata, penyempitan lajur, serta minimnya rambu keselamatan membuat masyarakat harus lebih berhati-hati saat melintas. Dengan koordinasi antara pihak terkait, diharapkan perbaikan dapat segera selesai sehingga fungsi jalan kembali normal dan aman digunakan.